Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bukan Hanya Pajak Bumi dan Bangunan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Soroti Masalah Gedung Sekda Kota Cirebon, Begini Penjelasan Effendi Edo

Asep Suhendar • Jumat, 15 Agustus 2025 | 19:30 WIB

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat bertemu dengan Wali Kota Cirebon, Effendi Edo.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat bertemu dengan Wali Kota Cirebon, Effendi Edo.

RADAR BOGOR - Kota Cirebon tengah menjadi sorotan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat ini.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti masalah gedung Sekretariat Daerah (Sekda) Kota Cirebon juga tidak luput dari sorotan.

Dalam pertemuannya dengan Wali Kota Cirebon Effendi Edo, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, bertanya terkait permasalahan yang ada pada bangunan Sekda tersebut.
 
Baca Juga: Bupati Rudy Susmanto Minta Tiap ASN di Kabupaten Bogor Tanam Pohon, Ini Alasannya
 
"Nah gedung Sekda kenapa?" tanya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. 
 
Menanggapi pertanyaan tersebut, Effendi Edo menjelaskan, gedung Sekda
Kota Cirebon dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp86 miliar. 
 
Tapi, jika dilihat dari segi kontruksi, bangunan tersebut dinilai tidak memenuhi syarat, sehingga kondisinya kini cukup mengkhawatirkan. 
 
Baca Juga: Mulai Paripurna Hingga Pesta Rakyat, Ini Agenda Perayaan HUT RI di Kota Bogor
 
"Jadi konstruksi pak, sebagian yang kontruksi itu tidak memenuhi persyaratan," ucap Wali Kota Cirebon tersebut.
 
Mendengar hal itu, Dedi khawatir seandainya terjadi gempa, bangunan tersebut bisa saja mengalami kerobohan. 
 
Effendi menjelaskan, ia sudah melakukan percobaan dengan tim ahli, bahwa bangunan tersebut bisa roboh apabila diterpa gempa dengan ukuran kurang lebih 6 Skala Richter. 
 
Baca Juga: Edukasi Masyarakat, Indocement Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis Lewat Puskesmas Keliling di Desa Citeureup Bogor
 
"Kalau kena gempa sih masih kuat, sudah disimulasikan dengan tim ahli masih liat. Cuma kalau dibiarkan saja, kena gempa yang sekali 6 Skala Richter aja roboh pak," ungkapnya. 
 
"Berarti kan harus rekonstruksi ulang," tanya lagi Dedi Mulyadi. 
 
Effendi kemudian menjelaskan, sudah dilakukan penguatan struktur di beberapa titik dengan menggunakan beton yang jauh lebih kuat dari sebelumnya. 
 
Baca Juga: Imbas Kebijakan Royalty Lagu, Program Pengamen Binaan Pemkot Bogor Terganggu
 
Lebih lanjut, orang nomor satu di Cirebon itu menjelaskan, apabila bangunan tersebut ingin bangun ulang, maka membutuhkan dana kurang lebih sebesar Rp15 miliar.
 
"Kemarin hitungan kasarnya dengan tim ahli itu sekitar Rp15 miliar," jelas Effendi.
 
Dedi lantas bertanya terkait rencana pembangunan ulang gedung Sekda tersebut, "Tahun berapa rencana," tanyanya lagi.
 
Baca Juga: Jumat Berkah, Empat Kriteria KPM Bansos PKH BPNT Dipastikan Cair, Cek Nama Anda Apakah Masih Terdaftar Penerima?
 
Edo lantas menjawab, kalau ada biayanya ia ingin segera melakukan pembangunan untuk gedung sekretariat daerah tersebut. 
 
Maka dari itu, Dedi Mulyadi berharap agar di tahun 2026 mendatang, gedung tempat pejabat daerah Cirebon bekerja itu bisa segera dibangun ulang.
CORTIS
CORTIS
Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#dedi mulyadi #kota cirebon #gubernur jawa barat