Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pesan Moral Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk Paskibraka Jabar: Mimpi Itu Harus Dibeli, Jangan Diperbudak oleh Keinginan

Robecca Sesaria • Sabtu, 16 Agustus 2025 | 06:30 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat mengukuhkan Paskibraka tingkat provinsi tahun 2025 di Aula Gedung Sate
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat mengukuhkan Paskibraka tingkat provinsi tahun 2025 di Aula Gedung Sate

RADAR BOGOR – Pada Jumat, 15 Agustus 2025, tepat menjelang perayaan HUT ke-80 RI, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengukuhkan anggota Paskibraka Provinsi 2025 di Gedung Sate.

Dedi Mulyadi menyatakan bahwa momen ini merupakan pencapaian istimewa bagi para anggota Paskibraka.

Menurutnya, dari sekian banyak peserta seleksi, hanya merekalah yang terpilih sebagai “kesatria” untuk mengemban tugas mulia mengibarkan bendera Merah Putih.

“Dari sekian banyak orang yang mengikuti seleksi, Anda semua adalah para kesatria terpilih untuk mengibarkan Sang Saka Merah Putih,” ujar Dedi Mulyadi.

Amanat Dedi Mulyadi untuk Anggota Paskibraka

Dalam pidatonya, Gubernur berpesan kepada para anggota Paskibraka agar senantiasa menghargai dan mengingat ajaran leluhur.

Dedi Mulyadi menyayangkan bahwa generasi sekarang terlalu fokus pada hal-hal materiil seperti nutrisi, protein, dan lemak, namun melupakan pentingnya melatih rohani.

Oleh karena itu, ia mengajak generasi muda untuk menjadi pribadi yang merdeka, tidak diperbudak oleh keinginan-keinginan materiil seperti memiliki motor, mobil, ponsel mahal, atau aksesori kekinian yang hanya memuaskan hasrat sesaat.

“Maka saya ajak anak muda agar menjadi anak muda yang merdeka. Jangan diperbudak oleh keinginan dalam diri yang belum tentu sesuai kemampuan,” ujarnya.

Dedi Mulyadi menekankan bahwa mengejar ambisi harus dilakukan dengan bijak, sesuai kemampuan dan masanya.

Ia juga menanamkan filosofi perjuangan dalam pidatonya dengan beberapa poin utama.

Pertama, lebih baik hidup sederhana sekarang agar bisa meraih kemakmuran di masa depan.

Kedua, mengutamakan amal dan kepedulian; lebih baik perut dikosongkan untuk puasa agar suatu saat dapat berbagi makanan dengan orang lain.

Ketiga, menghargai proses; lebih baik berjalan kaki dan dianggap “badui” oleh orang lain, karena itu merupakan esensi ilmu kesehatan yang sesungguhnya.

Menurutnya, semua impian besar hanya bisa terwujud jika “dibeli” dengan kerja keras dan ketekunan tanpa henti.

“Mimpi itu akan kita wujudkan dan harus dibeli. Cara membeli mimpi adalah kerja keras tanpa putus asa, terus melaju walau tantangannya berat. Itulah cara membeli mimpi,” lanjutnya.

Pria kelahiran 1971 tersebut menegaskan bahwa kerja keras, meski penuh tantangan, adalah satu-satunya cara untuk meraih impian. Para anggota Paskibraka pun memiliki kesempatan untuk mewujudkan mimpi tersebut.

“Dan Anda semua adalah orang-orang yang hari ini memiliki kesempatan untuk meraih mimpi dengan kerja keras ini,” ucap Dedi Mulyadi.***

Editor : Eli Kustiyawati
#dedi mulyadi #gedung sate #paskibraka #gubernur jawa barat #bendera merah putih