RADAR BOGOR - Miliki banyak penduduk, menjadi perhatian serius bagi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk menyelesaikan segala permasalahannya.
"Saya melihat Jawa Barat itu kompleksitas problem, pertama, penduduknya 54 juta jiwa terbesar di Indonesia," ujar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ketika podcast di YouTube Akbar Faizal Uncensored.
Tetapi, kata Dedi Mulyadi, yang paling menarik adalah jumlah desa di Jawa Barat (Jabar) paling sedikit di Pulau Jawa.
Gubernur Jawa Barat yang biasa disapa KDM itu menambahkan, Jabar paling sedikit di antara Jawa Tengah dan Jawa Timur.
"Kita (Jawa Barat) hanya 5.600 sekian desa lah, kemudian Jawa Tengah itu 8.000 ribuan," kata Dedi Mulyadi.
"Dari dari situ, kita bisa melihat (Jabar) jumlah kabupaten kotanya hanya 27," sambung KDM kepada Akbar Faisal.
Gubernur Jawa Barat mengungkapkan, ada satu kabupaten yang penduduknya 6 juta yakni Bogor.
"Artinya bukan kita bercerita masa lalu, tidak. Selama perjalanan ini Jawa Barat tidak menjadi episentrum, tidak menjadi prioritas dalam pengelolaan pembangunan dan tidak menjadi prioritas kebijakan. kan gitu loh," tutur Dedi Mulyadi.
Karena tidak bisa menjadi prioritas kebijakan, tegas KDM, maka banyak ketertinggalan.
Lebih lanjut Gubernur Jawa Barat menjelaskan, lama sekolahnya pendek, angka putus sekolahnya tinggi, jumlah penduduknya banyak.
Selain itu, kata KDM, angka kemiskinannya tinggi.
"Otomatis kan jumlah penganggurannya tinggi, walaupun industrinya di sini (Jabar)," tegas Dedi Mulyadi.
"Kenapa itu terjadi? Karena kompleksitas problem yang tidak terkelola dan tidak terencana dengan baik dalam bentuk kebijakan," pungkas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim