RADAR BOGOR – Di tengah perjalanan menuju lokasi acara, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sempat berdiskusi dengan salah satu mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad).
Mahasiswa Unpad tersebut menyampaikan keluhan sekaligus permasalahan yang ada di wilayah Jatinangor pada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
“Yang pertama adalah terkait kurang luasnya trotoar Jatinangor, Pak. Sehingga Jatinangor ini belum bisa dikatakan sebagai tempat yang ramah bagi pejalan kaki,” ucap mahasiswa Unpad, dilansir dari kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
Lebih lanjut, mahasiswa itu juga menyampaikan tidak adanya jam pembatasan bagi truk-truk besar yang beroperasi di wilayah tersebut.
“Yang kedua, tidak adanya jam pembatasan bagi truk-truk yang lewat di jalan, sehingga jadi penyebab kemacetan di Jatinangor,” sambungnya.
Menyikapi keluhan tersebut, Dedi Mulyadi mengatakan bahwa ia sudah meminta Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk membuat kawasan kota pelajar Jatinangor.
“Kemarin saya sempat minta ke ITB untuk membuat area kawasan kota pelajar Jatinangor,” ungkapnya.
Ia berharap kawasan pelajar itu dapat memberikan akses yang nyaman bagi mahasiswa maupun pelajar yang berjalan kaki di wilayah tersebut.
“Kita rencana tahun depan kita rapikan. Kan harus pakai uang, jadi tahun depan,” sambungnya.
Pada momen itu, Dedi Mulyadi juga menyampaikan bahwa permasalahan tersebut menjadi salah satu kritik yang ia sampaikan kepada ITB.
“Ini yang saya kritik selama ini. Kan saya di ITB kritik ini. Saya bilang di sini banyak ahli tata kota, banyak ahli lingkungan, kenapa Jatinangor banyak makan korban jiwa setiap tahun,” ujar Dedi Mulyadi.
Lebih lanjut, Dedi mengatakan bahwa dalam waktu dekat ia akan mengundang semua rektor di kawasan Jatinangor untuk membahas persoalan-persoalan tersebut.
Mendengar penjelasan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, mahasiswa Unpad itu terlihat puas setelah masalah yang ia sampaikan mendapat respons positif.***
Editor : Eli Kustiyawati