Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Ungkap Konsep Panca Waluya untuk Membangun Karakter Bangsa hingga Sampaikan Maaf pada Upacara HUT RI ke-80

Robecca Sesaria • Senin, 18 Agustus 2025 | 14:58 WIB

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat memimpin upacara HUT RI ke-80 di Lapangan Gasibu. 
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat memimpin upacara HUT RI ke-80 di Lapangan Gasibu. 

RADAR BOGOR - Pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-80 di Lapangan Gasibu, Bandung, Minggu, 17 Agustus 2025 Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan pidato tentang berbagai hal salah satunya Panca Waluya.

Dalam pidatonya, Dedi Mulyadi tidak hanya menyampaikan kata-kata formalitas, tetapi juga merefleksikan kembali arti kemerdekaan dari sudut pandangnya.

Inti dari pidato Dedi Mulyadi adalah penekanan pada makna kemerdekaan yang jauh lebih luas dari sekadar bebasnya fisik dari penjajahan.

Sang kepala daerah berpendapat bahwa kemerdekaan sejati adalah kebebasan dari berbagai kendala yang menghalangi hak-hak dasar warga negara.

Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Bahas soal Pendidikan dalam Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-80, Ini Penjelasannya

Selain itu, Dedi Mulyadi juga menyoroti hak-hak dasar yang seharusnya dinikmati setiap orang, seperti memiliki tanah, menghirup udara bersih, menikmati sinar matahari, dan mendapatkan air bersih secara gratis.

Konsep Pancawaluya untuk Pengembangan Karakter

Untuk mencapai kemerdekaan yang utuh, Dedi Mulyadi memperkenalkan konsep Pancawaluya, sebuah kerangka kerja untuk pengembangan karakter manusia yang terdiri dari lima prinsip:

  1. Cager (Sehat)

Anak-anak harus mendapatkan nutrisi yang tepat dan air bersih yang layak.

  1. Bager (Patuh)

Kepatuhan tidak hanya kepada Tuhan dan orang tua, tetapi juga kepada masyarakat dan lingkungan.

Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Janji Perbaiki Jalan Rusak yang Bikin Macet di Gunung Sindur Bogor, Dedi Mulyadi: Dalam Waktu Seminggu Kami Akan Tuntaskan

  1. Bener (Transparan)

Pemimpin harus transparan dalam mengelola dana pemerintah dan memastikan setiap kebijakan membawa manfaat bagi publik.

  1. Pinter (Cerdas)

Keterampilan dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung adalah fondasi penting untuk kesuksesan.

  1. Singer (Rajin/Energik)

Semangat proaktif dan kompetitif harus terus ditumbuhkan.

Permohonan Maaf dan Komitmen untuk Rakyat

Di penghujung pidatonya, Dedi Mulyadi meminta maaf atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Permintaan maaf ini ditujukan kepada masyarakat atas permasalahan yang masih ada, seperti anak-anak yang tidak dapat bersekolah karena keterbatasan dana atau kesulitan mengakses layanan kesehatan.***

 SOLID: Penampilan Britanicia CS begitu solid dan penuh kejutan.
SOLID: Penampilan Britanicia CS begitu solid dan penuh kejutan.
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #gubernur jawa barat #Panca Waluya