RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim relawan Rumah Teduh karena telah membantu balita yang tubuhnya dipenuhi cacing di Kabupaten Sukabumi.
Seorang balita berusia 4 tahun di Kampung Padangenyang, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi meninggal dengan kondisi dipenuhi cacing hidup di dalam tubuhnya.
Selama sakit balita perempuan bernama Raya itu mendapat bantuan dari relawan Rumah Teduh yang digagas oleh Iin Achsien hingga menanggung biaya rumah sakitnya lantaran tak memiliki BPJS Kesehatan.
Sebelumnya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan ucapan dukacita atas meninggalnya Raya dan telah mengirim tim ke Sukabumi untuk melakukan langkah penanganan lebih lanjut.
Dedi Mulyadi mengucapkan terima kasih kepada Rumah Teduh Sahabat Iin yang sudah melakukan penanganan terhadap Raya selama ini.
"Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengucapkan terima kasih ya kepada pengurus seluruh jajaran aktivis Rumah Teduh yang terus berbuat memberikan layanan yang terbaik bagi kepentingan sosial termasuk menangani masalah Raya," ujar gubernur Jawa Barat dalam keterangannya melalui Instagram @dedimulyadi71.
Menurut Dedi Mulyadi, peristiwa meninggalnya Raya menjadi pembelajaran penting bagi seluruh jajaran pemerintah baik provinsi, kabupaten, kota, desa, sampai RT RW.
"Jangan sampai struktur pemerintah yang begitu banyak itu kalah gesit kalah cepat kalah layanannya oleh lembaga-lembaga sosial yang tidak bergaji dan tidak memiliki anggaran dari negara ini pelajaran penting bagi kita," ungkap Dedi Mulyadi yang berharap peristiwa serupa tidak lagi terjadi.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Rumah Teduh yang telah meneduhkan hati masyarakat Jawa Barat dan mohon maaf layanan dari pemerintah belum optimal dan belum mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan yang sejati," sambungnya.
Sebelumnya diberitakan, Raya balita berusia 4 tahun di Kampung Padangenyang, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi meninggal dengan kondisi tubuh dipenuhi cacing.
Raya terlahir dari seotang ibu yang memiliki masalah kesehatan mental dan ayah yang sakit paru-paru, ia pun sering dirawat oleh sang nenek.
Sejak kecil balita tersebut kerap bermain di kolong rumah panggung kayu bersama ayam serta kotoran yang diduga menjadi sumber cacing masuk ke dalam tubuhnya.
Dalam video yang diunggah di Instagram @rumah_teduh_sahabat_iin tampak kondisi Raya saat sedang menjalani perawatan di rumah sakit.
Iin Achsien bersama timnya di Rumah Teduh berupaya membantu Raya agar mendapat perawatan di rumah sakit hingga harus mengeluarkan biaya mencapai Rp22 juta.
Namun setelah menjalani perawatan selama sekitar sembilan hari di rumah sakit, Raya pun meninggal dunia.
Unggahan video di Instagram @rumah_teduh_sahabat_iin itu pun viral di media sosial hingga mendapat ribuan komentar warganet.
Setelah viral Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang mengetahui kabar balita meninggal karena tubuhnya dipenuhi cacing segera melakukan langkah.