Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Tunda Bantuan Desa untuk Wilayah Ini Imbas Balita Meninggal dengan Tubuh Penuh Cacing di Sukabumi

Eka Rahmawati • Rabu, 20 Agustus 2025 | 05:25 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat pidato dalam Rapat Paripurna dalam rangka Hari Jadi ke-80 Provinsi Jabar, Selasa, 19 Agustus 2025.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat pidato dalam Rapat Paripurna dalam rangka Hari Jadi ke-80 Provinsi Jabar, Selasa, 19 Agustus 2025.

RADAR BOGOR - Pasca seorang balita meninggal dengan tubuh dipenuhi cacing di Kabupaten Sukabumi, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan langkah lanjutan.

Selain mengirim tim ke lokasi tepatnya di Kampung Padangenyang, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, gubernur Jawa Barat juga telah menyiapkan sanksi alias hukuman untuk desa tersebut. 

Saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Jabar dalam rangka Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Barat, Selasa, 19 Agustus 2025, Dedi Mulyadi menyampaikan berbagai hal, selain soal pembangunan. 

Salah satunya Dedi Mulyadi menceritakan tentang kisah seorang balita berusia 3 tahun yang meninggal dengan tubuhnya yang dipenuhi cacing. Balita perempuan yang diketahui bernama Raya itu meninggal setelah menjalani perawatan selama sekitar 9 hari di rumah sakit dengan bantuan pihak Rumah Teduh gagasan Iin Achsien.

"Hari ini kita punya derita seorang anak bernama (terdiam...) berumur 3 tahun berasal dari Kabupaten Sukabumi pada sebuah kampung terpencil, ibunya ODGJ, bapaknya mengalami TBC," ungkap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam pidatonya pada Rapat Paripurna DPRD Jabar yang dilansir dari YouTube DPRD Jawa Barat.

Dedi Mulyadi menceritakan sebelum meninggal anak tersebut selalu bermain di kolong rumah panggung tempat tinggalnya di sebuah desa di Kabupaten Sukabumi yang diduga kotoran dan cacing masuk ke dalam tubuhnya hingga ia meninggal dunia.

Gubernur Jawa Barat itu pun menyoroti sikap perangkat birokrasi setempat yang dinilainya tidak bisa membangun empatinya.

"Betapa kita gagap dan betapa kita lalai, kenapa? Perangkat birokrasi yang tersusun sampai tingkat RT ternyata tidak bisa membangun empati," ucap Dedi Mulyadi.

"Semua orang bicara anggaran semua orang bicara keuangan dia lupa bahwa di balik anggaran ada rasa dan cinta yang bisa mengadakan yang ada dan menidakan yang tiada, kerangka itu adalah koreksi diri," jelas Dedi Mulyadi.

Pasca peristiwa tersebut, Dedi menegaskan pihak Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan sanksi terhadap desa tempat tinggal balita tersebut.

"Saya memutuskan terhadap desa itu memberikan hukuman saya tunda bantuan desanya karena desanya tidak mampu mengurus warganya," kata gubernur Jawa Barat.

Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #sukabumi #gubernur jawa barat #cacing #balita