RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengimbau kepada para kepala desa agar membuka ruang kepada warganya terutama bagi yang akan menyampaikan aspirasi maupun persoalan yang dihadapi.
Hal tersebut diungkapkan gubernur Jawa Barat yang menyoroti banyaknya masyarakat yang datang jauh-jauh dari berbagai daerah di Tanah Pasundan ke kediaman pribadinya di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang untuk menyampaikah berbagai hal.
Dilansir dari YouTube DPRD Jawa Barat, agar tidak jauh-jauh datang ke Lembur Pakuan, maka Dedi meminta agar kepala desa bisa menjadi jembatan terhadap pemerintah di tingkat selanjutnya seperti camat yang nantinya meneruskan informasi kepada bupati maupun wali kota agar ditangani.
"Para kepala desa harus membuka ruang rumahnya untuk dikunjungi warga dalam setiap waktu, tidak bisa warga harus datang dari ujung Garut, ujung Sukabumi ujung Cirebon terus-terusan ke Lembur Pakuan mereka terlalu jauh untuk berjalan," ujar Dedi Mulyadi saat menyampaikan pidato pada Rapat Paripurna dalam rangka Hari Jadi ke-80 Provinsi Jabar, Selasa, 19 Agustus 2025.
Menurut Dedi para camat juga harus membuka diri membuka ruangnya, terkoneksi dengan para bupatinya yang harus handphone-nya menyala terkoneksi dengan gubernurnya.
"Maka kita bisa berjalan seiring dan sejalan," sambung Dedi Mulyadi yang menambahkan istilah dalam papatah Sunda yakni sareundeuk saigel sabobot sapihanean ka cai jadi saleuwi ka darat jadi salebak yang memiliki makna seia, sekata, satu tujuan, satu visi, seberat apapun beban ditanggung bersama-sama, meski ada di tempat yang berbeda tetapi satu kesatuan, saling mendukung, dan saling bekerja sama.
"Kita ada ragam partai politik, kita ada ragam daerah, kita ada ragam kepentingan, tetapi seluruh keragaman itu manakala didorong oleh kepentingan hati maka akan lahir kemanunggalan," ucap Dedi Mulyadi.
Menurut Dedi Mulyadi baik legislatif, eksekutif, maupun yudikatif dari mulai gubernur, para ketua ketua DPRD para wakil ketua para anggota dan seluruh sampai pada tingkat RT RW bupati, wali kota, lurah, camat, kepala desa agar bisa bekerja bersama-sama.
Editor : Eka Rahmawati