Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Macet Parah Hampir Setiap Hari di Jalan Boulevard GDC - Kartini Kota Depok, Warga : Bikin Stres

Ahmad Sopyan • Rabu, 20 Agustus 2025 | 08:10 WIB
Kondisi lalulintas di pertigaan Jalan GDC arah Jalan Kartini Kota Depok pada Rabu pagi 20 Agustus 2025.
Kondisi lalulintas di pertigaan Jalan GDC arah Jalan Kartini Kota Depok pada Rabu pagi 20 Agustus 2025.

RADAR BOGOR - Lalu lintas kendaraan di Jalan Boulevard Grand Depok City (GDC), Kota Depok, mengalami kemacetan parah Rabu pagi 20 Agustus 2025.

Deru klakson kendaraan saling bersahutan. Meminta bergantian untuk menyebrang jalur dari Jalan Boulevard GDC ke Jalan Kartini Kota Depok.

Berdasarkan pantauan Radar Bogor sejak pukul 06.30 WIB, antrean kendaraan mulai mengular dari pertigaan GDC Kota Depok, dengan mayoritas kendaraan mengarah ke Jakarta.

Kemacetan terjadi sekitar 1 kilometer dari pertigaan arah Dipo KRL hingga ke arah Pancoran mas.

Kemacetan juga terjadi dari arah GDC menuju Jalan Kartini. Nampak antrean kendaran mengular dari jembatan GDC hingga pertigaan Jalan Kartini.

Sejumlah pengendara ojek online (ojol) beserta penumpangnya tampak mendominasi lajur kemacetan kronis tersebut.

Satu personil Dishub Kota Depok terlihat mencoba mengurai kemacetan di pertigaan GDC arah Jalan Kartini.

Sementara itu petugas kepolisian Satlantas Polres Metro Depok terlihat mengatur arus lalulintas di pertigaan arah masuk stasiun Depok.

Salah satu pengemudi ojek online, Supri (30), mengaku bahwa kemacetan di kawasan GDC sudah menjadi hal bias. Kata dia jalan tersebut merupakan titik macet Kronis.

"Emang di sini macet terus, hampir setiap hari. Lengang cuman Sabtu Minggu doang," katanya saat ditemui di Jalan Raya Kartini Rabu 20 Agustus 2025.

Ia menuturkan, setiap pagi ia selalu berkutat dengan kemacetan di jalan Kartini tersebut untuk mengantar penumpang menuju stasiun Depok atau mengantar anak sekolah.

Jika macet sudah krodit, ia terpaksa mengunakan trotoar untuk menerobos kemacetan. "Kadang kalau customer minta buru-buru, terpaksa naik ke trotoar," tuturnya.

Senada dikatakan Adinda Dewi Putri (31) pekerja komuter asal Citayam itu setiap hari berkutat dengan kemacetan di jalan Kartini.

Jika terlalu siang sendikit, macet sudah semakin krodit. Ia kerap mencari jalur alternatif masuk ke sejumlah gang untuk bisa tiba di Stasiun Depok.

"Jam macet paling parah mulainya dari pukul 07.00 WIB. Udah krodit di sini macet," tuturnya.

Iapun mengaku cukup stres dengan kemacetan yang terjadi hampir setiap hari. Kata dia berangkat kerja terjebak macet, pulang kerja juga demikian. "Dibilang stres ya stres, tapi mau gimana lagi," tuturnya.

Ia berharap agar ada solusi kemacetan di jalan tersebut. Apalagi kemacetan di sini sudah terjadi bertahun-tahun.

"Siapa saja walikotanya macet gak pernah beres. Kota Depok makin ke sini makin macet dimana-mana," tuturnya.

Senada dikatakan Gunawan warga Kalimulya, Kota Depok. Ia mengaku kemacetan yang terjadi setiap pagi membuat emosinya terkadang tidak stabil. Apalagi juga sedang banyak beban pekerjaan ditambah terjebak macet.

"Dibilang gak stres, bohong lah. Macet setiap hari kayak gini, bikin stres. Apalagi kalau kesiangan, sudah stres kadang Mudha emosi di jalan," katanya saat ditemui terjebak macet di Jalan Kartini Rabu 20 Agustus 2025. (faj)

Editor : Yosep Awaludin
#kota depok #Jalan Kartini #kemacetan