RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan kondisi Bandung saat hari jadi Provinsi pada Selasa (19/8/2025).
"Ramai sekali hari jadi provinsi, tapi pasti macet. Saya mohon maaf kemaren mengganggu lalu lintas di Bandung. Semoga bapak ibu bisa memaafkan saya," tuturnya.
Dedi Mulyadi menyinggu soal unggahan di media sosial jelang upacara dilaksanakan.
"Dimulai ada salah satu media yang menulis ini, adalah ketika upacara dilaksanakan, ada pra upacara yang dilakukan, di Gedung Pakuan, yaitu penyerahan bendera sang saka merah putih, bendera pusakanya," ucapnya.
Gubernur Jawa Barat menjelaskan, ini adalah tradisi baru di Provinsi Jawa Barat.
"Diserahkannya, bendera itu dalam bentuk kotak, kepada seorang penari cantik. Dan kemudian, ada media yang menulis, Nyi Ratu Kidul, yang menerima bendera. Apa kaitannya?" ujarnya.
Baca Juga: Belanja Gila-gilaan Klub Premier League, Siap Torehkan Rekor Baru Jelang Penutupan Jendela Transfer
Dedi Mulyadi mengungkapkan, tulisan tersebut karena tidak mengerti seni.
"Harusnya ditanya dulu, itu bukan penari yang melambangkan Nyi Ratu Kidul. Itu penari yang melambangkan Sunan Ambu," terangnya.
Gubernur Jawa Barat menerangkan, Sunan Ambu merupakan simbol dari tanah bagi masyarakat adat sunda.
"Kenapa tanah yang menjadi tema pada tahun ini? Karena tanah tahun ini mengalami problem yang luar biasa dalam sisi tata kelola," pungkasnya.
Dalam unggahannya, Dedi Mulyadi mengingatkan, pentingnya memahami makna simbolik.
"Agar tidak keliru dalam berfalsafah, hatur nuhun," tandas Gubernur Jawa Barat.
Baca Juga: Macet Parah Hampir Setiap Hari di Jalan Boulevard GDC - Kartini Kota Depok, Warga : Bikin Stres
Sebagai informasi, viral di media sosial soal sosok Nyi Roro Kidul yang hadir jelang kirab bendera merah putih di Jabar.
Hal ini mendapat respon langsung dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang menjabarkan, sosok tersebut melambangkan Sunan Ambu.
Editor : Siti Dewi Yanti