RADAR BOGOR - Di tengah mencuatnya kisah balita bernama Raya yang berasal dari Kabupaten Sukabumi, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membahas peristiwa tersebut saat berpidato di Sidang Paripurna DPRD Provinsi Jabar, Selasa, 19 Agustus 2025.
Dalam pidatonya itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan rasa prihatin atas kejadian yang menimpa Raya hingga anak berusia tiga tahun itu harus meninggal dunia dengan tubuh yang dipenuhi cacing.
Di samping itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga menilai kejadian tersebut merupakan salah satu bentuk kelalayan pemerintah setempat yang tidak tanggap dalam menangani masalah yang dihadapi oleh masyarakatnya.
Dalam hal ini, Dedi menegaskan akan menunda bantuan untuk desa tersebut karena dinilai telah gagal mengurus warganya sendiri yang tentunya sangat membutuhkan pertolongan.
Di samping itu, pria yang akrab disapa Kang Dedi ini juga menyampaikan pesan kepada seluruh pejabat daerah yang ada di Jabar terkait meninggalnya balita asal Sukabumi tersebut.
Dalam pesannya, Dedi mengingatkan bahwa jabatan yang mereka miliki saat ini adalah amanah dari Tuhan sehingga harus digunakan untuk kepentingan masyarakat di Jawa Barat.
"Kita bertugas mengemban amanah, titah dari Allah, seluruh titah dari Allah harus kita pahami apa yang kita lihat dalam rangkaian peristiwa alam," kata Dedi Mulyadi.
Lebih lanjut, Kang Dedi menceritakan tentang kisah Kerajaan Taruma Negara yang bercerita tentang cara seorang pemimpin mengelola alam untuk kesejahteraan masyarakatnya.
"Taruma Negara menceritakan tentang kepemimpinan yang mengelola air, kepemimpinan yang mampu mengelola sumber daya sungai," tuturnya.
"Di mana kepemimpinan, mampu menguasai hulu sungai serta muara yang pada akhirnya bisa menguasai lautan utara," sambungnya.
Dalam hal ini, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ingin mengingatkan kepada jajaran pemerintah di Jabar untuk senantiasa peka terhadap lingkungan dan masyarakat yang mereka pimpin.***