RADAR BOGOR - Kasus anak balita asal Sukabumi yang meninggal karena infeksi cacing akut viral di media sosial.
Peristiwa tersebut menarik perhatian pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang langsung menyapa Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di akun media sosial miliknya.
"Halo Bapak Gubernur Jawa Barat, sahabat saya KDM," tuturnya.
Baca Juga: Bukit Kabayan Camping Ground, Destinasi Camping Hits dengan Pemandangan Memukau di Bogor
Hotman Paris meminta tolong Dedi Mulyadi untuk memanggil kepala desa terkait.
"Tolong agar bapak gubernur memanggil kepala desa yang membawahi desa si anak di Jawa Barat yang anak itu meninggal," sebutnya.
Hotman Paris mengungkapkan, cacing di seluruh tubuh balita asal Sukabumi tersebut keluar dari hidung, mulut, dan telinga.
"Pasti, lingkungan tetangganya pasti tahu, pasti ada lapor kepala desa," jelasnya.
Hotman Paris menanyakan, alasan peristiwa mengenaskan tersebut dibiarkan.
"Kepala desa seperti itu tidak memenuhi syarat sebagai kepala desa. Tolong, bapak gubernur Jawa Barat KDM untuk bertindak tegas ya," pungkasnya.
Baca Juga: Jetour T2, SUV Offroad Asal Tiongkok yang Siap Ramaikan Pasar Indonesia, Harga Mulai Rp550 Jutaan
Hotman Paris juga menyinggung dana desa yang berasal dari pemerintah pusat.
"Sekali lagi, Bapak Gubernur Jawa Barat tolong ditindak tegas kepala desanya, dipanggil. Kenapa dibiarkan seperti itu?" tegasnya.
Hotman Paris menyampaikan rasa simpatinya atas kejadian yang menimpa balita asal Sukabumi tersebut.
"Menyedihkan, seorang anak meninggal dengan cacing keluar dari seluruh tubuhnya, ada apa ini? Pak KDM panggil tuh kepala desa jatuhkan sanksi, warga di sana juga harus bersuara," tandasnya.
Sebagai informasi, seorang balita asal Sukabumi meninggal akibat infeksi cacingan akut.
Diketahui anak tersebut memiliki seorang ibu yang merupakan orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) dan ayah yang mengidap penyakit TBC.
Peristiwa ini terjadi di Desa Cianaga Kecamatan Kabandungan Kabupaten Sukabumi.
Sebelumnya, almarhum sempat dirawat selama sembilan hari di RSUD R Syamsudin dan meninggal pada 22 Juli 2025 lalu.
Editor : Siti Dewi Yanti