Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Aksi Heroik Guru di Garut saat Upacara HUT RI ke-80, Dapat Apresiasi dan Hadiah dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

Robecca Sesaria • Kamis, 21 Agustus 2025 | 12:30 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Nopi Sopani, guru seni dari SMA 15 Garut
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Nopi Sopani, guru seni dari SMA 15 Garut

RADAR BOGOR – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 pada 17 Agustus 2025 lalu diwarnai berbagai momen tak terduga.

Di balik khidmatnya upacara HUT RI, selalu ada insiden di luar kendali yang terjadi, mengingatkan kita bahwa proses tidak selalu berjalan mulus.

Salah satu kejadian yang menyentuh hati adalah tali bendera putus di tengah upacara HUT RI dan penaikan bendera Merah Putih di SMA 15 Garut.

 Baca Juga: Minta Tolong ke Dedi Mulyadi Soal Anak Cacingan di Sukabumi, Hotman Paris: Bapak Gubernur Jawa Barat Tolong Ditindak Tegas Kepala Desanya

Namun, di balik insiden tersebut, seorang guru seni tari bernama Nopi Sopani dengan sigap mengambil tindakan heroik.

Tanpa ragu, ia memanjat tiang bendera untuk mengambil tali yang putus agar upacara dapat berlanjut.

Aksi spontan dan tulus ini tidak hanya menyelamatkan jalannya upacara, tetapi juga menginspirasi banyak orang.

 Baca Juga: Gercepnya Gubernur Jawa Barat Respon Gempa yang Terjadi di Bekasi, Dedi Mulyadi: akan Membantu Menyelesaikan Masalah Tersebut

Aksi Nopi tersebut kemudian menarik perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Dalam sebuah pertemuan, Nopi menceritakan kronologi insiden tersebut. Menurut penjelasannya, tali bendera tidak kuat menahan tarikan kencang dari siswa sehingga putus.

Insiden ini membuat bendera terlepas dan tali justru naik hingga ke ujung tiang. Melihat situasi kritis itu, Nopi tidak berpikir panjang.

 Baca Juga: Jabar Kekurangan Keuangan Fiskal, Gubernur Jawa Barat Bongkar Soal Duit Hibah yang Capai Rp12 Triliun, Dedi Mulyadi: Kita Juga Wajib Bayar Hutang

Ia memanjat tiang bendera dan berhasil membawa kembali tali tersebut, memastikan bendera tetap bisa dikibarkan dengan lancar.

Namun, di balik dedikasinya, tersimpan kisah lain yang tak kalah menginspirasi.

Obrolan berlanjut ke topik personal dan pendidikan. Nopi menegaskan pentingnya dokumentasi dalam setiap kegiatan sekolah, termasuk upacara, sebagai bahan pembelajaran di masa depan.

 Baca Juga: Pesan Mendalam di Balik Perpisahan, Semarak Anugerah Sayembara Video Sederhana Itu Istimewa

Perbincangan menjadi lebih mendalam saat Dedi Mulyadi menanyakan, “Anda hanya mengajar?”

“Murni, Pak. Cuma ngamen Sabtu–Minggu,” ucap Nopi.

Ternyata, sebagai guru seni tari, Nopi juga harus mencari penghasilan tambahan dengan mengamen di acara hajatan.

 Baca Juga: Viral di Media Sosial! Aksi Heroik Guru Tari Panjat Tiang Bendera di Garut Tuai Pujian dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

Ia bahkan harus menyewa seragam untuk rombongan tarinya.

Sebagai bentuk dukungan, Dedi Mulyadi memberikan bantuan Rp10 juta kepada Nopi yang akan digunakan untuk membuat seragam baru bagi kelompok tarinya.

Bantuan ini diterima dengan penuh rasa syukur oleh Nopi, menjadi bukti nyata bahwa ketulusan dan pengabdian akan selalu mendapatkan apresiasi.***

Editor : Eli Kustiyawati
#tali bendera putus #upacara #hut ri #bendera merah putih