RADAR BOGOR – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 pada 17 Agustus 2025 lalu diwarnai berbagai momen tak terduga.
Di balik khidmatnya upacara HUT RI, selalu ada insiden di luar kendali yang terjadi, mengingatkan kita bahwa proses tidak selalu berjalan mulus.
Salah satu kejadian yang menyentuh hati adalah tali bendera putus di tengah upacara HUT RI dan penaikan bendera Merah Putih di SMA 15 Garut.
Namun, di balik insiden tersebut, seorang guru seni tari bernama Nopi Sopani dengan sigap mengambil tindakan heroik.
Tanpa ragu, ia memanjat tiang bendera untuk mengambil tali yang putus agar upacara dapat berlanjut.
Aksi spontan dan tulus ini tidak hanya menyelamatkan jalannya upacara, tetapi juga menginspirasi banyak orang.
Aksi Nopi tersebut kemudian menarik perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Dalam sebuah pertemuan, Nopi menceritakan kronologi insiden tersebut. Menurut penjelasannya, tali bendera tidak kuat menahan tarikan kencang dari siswa sehingga putus.
Insiden ini membuat bendera terlepas dan tali justru naik hingga ke ujung tiang. Melihat situasi kritis itu, Nopi tidak berpikir panjang.
Ia memanjat tiang bendera dan berhasil membawa kembali tali tersebut, memastikan bendera tetap bisa dikibarkan dengan lancar.
Namun, di balik dedikasinya, tersimpan kisah lain yang tak kalah menginspirasi.
Obrolan berlanjut ke topik personal dan pendidikan. Nopi menegaskan pentingnya dokumentasi dalam setiap kegiatan sekolah, termasuk upacara, sebagai bahan pembelajaran di masa depan.
Baca Juga: Pesan Mendalam di Balik Perpisahan, Semarak Anugerah Sayembara Video Sederhana Itu Istimewa
Perbincangan menjadi lebih mendalam saat Dedi Mulyadi menanyakan, “Anda hanya mengajar?”
“Murni, Pak. Cuma ngamen Sabtu–Minggu,” ucap Nopi.
Ternyata, sebagai guru seni tari, Nopi juga harus mencari penghasilan tambahan dengan mengamen di acara hajatan.
Ia bahkan harus menyewa seragam untuk rombongan tarinya.
Sebagai bentuk dukungan, Dedi Mulyadi memberikan bantuan Rp10 juta kepada Nopi yang akan digunakan untuk membuat seragam baru bagi kelompok tarinya.
Bantuan ini diterima dengan penuh rasa syukur oleh Nopi, menjadi bukti nyata bahwa ketulusan dan pengabdian akan selalu mendapatkan apresiasi.***
Editor : Eli Kustiyawati