Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Hati-Hati Buat Pengendara yang Melintas di Kota Depok, Matel Berkeliaran Cari Mangsa, Sudah Banyak Jadi Korbannya

Ahmad Sopyan • Jumat, 22 Agustus 2025 | 14:07 WIB
Penangkapan matel oleh Polsek Beji Depok beberapa waktu lalu.
Penangkapan matel oleh Polsek Beji Depok beberapa waktu lalu.

RADAR BOGOR-Kota Depok kini dijuluki sarang matel atau debt colector. Julukan itu muncul tidak lain karena banyaknya pengendara yang menjadi korban.

Mereka mendapatkan intimidasi, kekerasan hingga perampasan kendaraan di tengah jalan oleh para matel. Rekaman video aksi matel juga marak di media sosial. Kondisi ini membuat resah warga Depok.

Hendra salah satunya. Warga Kalimulya, Kecamatan Cilodong Kota depok itu mengaku sudah dua kali berurusan dengan matel di jalan Margonda.

Kepada Radar Bogor ia mengaku, para matel beraksi bergerombol. Mereka memepet kendaraan, kemudian mengintimidasi motor yang ia gunakan menunggak cicilan.

Padahal, kata dia motor miliknya itu dibeli secara cash tanpa hutang dan riba. Adu mulut hingga adu fisik juga kerap ia lakukan untuk menjaga kendaraanya itu.

"Motor saya beli cash, tanpa hutang dan riba, walau belinya bekas. Mereka ngotot, saya lawan dan akhirnya saya dilepas," katanya kepada Radar Bogor sembari mengenang masa melawan matel itu.

Ia menduga, matel tersebut merupakan pelaku kejahatan yang menggunakan modus matel. Pria berjanggut lebar itu menyimpulkan dari dua kali dirinya diberhentikan matel tersebut. "Sampai dua kali, modusnya sama. Saya curiga begal modus matel itu," tuturnya.

Senada dikatakan Apih salah satu driver ojol. Ditemui Radar Bogor di Jalan Juanda, ia mengaku sempat menjadi korban matel.

Padahal, kata dia motor yang ia gunakan sudah lunas. Ia menyebut, Depok sebagai sarangnya matel.

"Depok sarang matel. Ada dimana-mana. Saya pernah mau jadi korban, teman saya juga banyak," katanya saat ditemui Radar Bogor di salah satu warung kopi di Jalan Juanda Depok.

Ia menilai matel di Depok sudah sangat meresahkan. Setiap sudut jalan ia selalu menemukan adanya matel.

Bukan tanpa alasan, ia tahu persis gerak gerik matel. Kebanyakan nongkrong di pinggir jalan atau warung, sambil bermain handphone.

"Kaya di warung kopi gini biasanya nongkrongnya, matanya liat ke Handphone juga lihat ke jalan, udah ketauan banget dah," papanya.

Sementara itu informasi yang dihimpun Radar Bogor, dalam sepekan terkahir sedikitnya ada 10 kasus warga Depok yang menjadi korban matel dan viral videonya di media sosial.

Diantarnya, matel memberhentikan Pengendara di Sukmajaya, Depok. Ia diberhentikan matel. Kemudian matel kembali berulah di Jalan Margonda. Seorang pengendara dipepet matel.

Korban sempat mendapatkan intimidasi dan kekerasan berupa handphone yang digunakan korban merekam aksi matel dipukul komplotan matel tersebut.

Kemudian, salah seorang warga Depok juga mendapatkan intiidasi. Motornya dipepet komplotan matel, lalu dibawa ke salah satu gudang di bilangan Beji Depok.

Korban kemudian diminta untuk menyerahkan sepeda motornya dsn menandatangani surat pernyataan.

Lalu, aksi matel juga menimpa warga Depok lainnya. Korban dipepet oleh kawanan matel di bilangan Tapos, Depok. Kendaraan korban dirampas. Saat itu korban hendak berangkat kerja.

Korban sempat membela diri, mempertahankan motonya. Namun kalah jumlah orang juga terus diintimidasi, motor korban berhasil dirampas komplotan matel.

Polisi Gencar Razia Matel

Banyaknya aduan dari masyarakat, Polisi di wilayah hukum Polres Metro Depok melakukan razia besar-besaran. Razia mulai dari operasi pekat 2025 yang menyasar pelaku kejahatan jalanan.

Termasuk matel. Hingga penindakan matel dari laporan masyarakat yang masuk ke sejumlah Polsek di wilayah Hukum Polres Metro Depok.

Sejumlah matel pun berhasil ditangkap daan digiring ke kantor Polisi. Beberapa waktu lalu, Polres Metro Depok menangkap komplotan matel. Ada 7 orang matel yang ditangkap dan Digelandang ke polres metro Depok.

Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi mengatakan, dalam operasi pekat, polisi menyasar sejumlah pelaku kejahatan di Kota Depok. Di antaranya yakni para matel.

"Kami lakukan operasi pekat untuk memberikan keamanan bagi warga Kota Depok. Sasarannya para pelaku kejahatan jalanan. Termasuk begal Matel," katanya.

Kemudian, Polsek Beji Depok juga menangkap komplotan Matel yang merampas paksa kendaraan di jalan raya Margonda.

Kapolsek Beji, Kompol Josman mengatakan, matel merampas paksa dan membawa ojol tersebut ke salah satu gudang di Depok.

Ia memaparkan, modus matel tersebut, yakni dengan cara menghentikan laju kendaran korbanya. Kemudian pelaku membawa korban ke salah satu gudang.

"Di gudang tersebut, korban diminta menandatangani surat tanda terima motor. Karena merasa tertekan, korban lapor ke Polsek Beji, Polres Metro Depok," tuturnya.

Polisi mendatangi gudang tersebut dan menangkap matel tersebut. Saat itu, kata dia ada empat matel yang diamankan.

Lalu, Polsek Cimanggis Polres Metro Depok juga gencar melakukan operasi penertiban Matel di wilayah hukumnya.

Kapolsek Cimanggis Kompol Jupriono mengatakan, pihaknya terus melakukan operasi matel di wilayah hukumnya. Setiap laporan masyarakat yang masuk perihal adanya aksi matel, langsung ditindaklanjuti.

"Aksi-aksi matel ini terus kami tindaklanjuti sampai depok Zero Debkolektor," katanya kepada Radar Bogor Jumat 22 Agustus 2025.

Ia memaparkan, Polsek Cimanggis melalui Unit Buser Polsek Cimanggis akan terus memantau dan menindak tegas aksi kejahatan matel atau debt kolektor maupun aksi begal modus Matel.

Iapun berterima kasih kepada masyarakat yang aktif terus melaporkan keberadaan matel di wilayah hukum Polsek Cimanggis.

"But masyarakat yang melihat atau mengalami aksi premanisme berkedok matel, jangan sungkan lapor ke kami atau bisa hubungi call center Polri ke nomor 110," tuturnya.

Dua matel Jadi Tersangka

Kepolisian Resor (Polres) Metro Depok menetapkan dua mata elang atau debt collector berinisial DDJ dan DN sebagai tersangka kasus penarikan paksa motor milik seorang pengemudi ojek online (ojol) berinisial HZ (31).

Kasat Reskrim Polres Metro Depok, Kompol Made Gede Oka Utama mengatakan, Keduanya resmi ditahan setelah terbukti melakukan aksi perampasan di wilayah Beji, Kota Depok.

"Untuk korbannya atas nama, HZ, kemudian untuk tersangkanya dua orang, yaitu DDJ dan DN,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Depok, Kompol Made Gede Oka Utama melalui Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi kepada Radar Bogor Jumat 22 Agustus 2025.

Ia memaparkan, modus tersangka, menggunakan yakni, mengintai, menghadang. Lalu, korban dipaksa oleh pelaku menuju ruko penyimpanan motor sitaan.

Dari hasil, penyelidikan, aksi serupa dilakukan tersangka kepada sejumlah korban lain. "Dari setiap motor yang berhasil ditarik, para matel diduga memperoleh imbalan sekitar Rp 500.000," tukasnya. (faj)

Editor : Yosep Awaludin
#kota depok #debt colector #Matel