RADAR BOGOR - Sejumlah organisasi daerah (organda) yang tergabung dalam Solidaritas Para Pekerja Pariwisata Jawa Barat (SP3JB) bertemu dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Salah satu perwakilan SP3JB menyebutkan dampak larangan study tour yang dikeluarkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bagi pengusaha bus, termasuk sopir dan helper.
"Pada bulan Mei Bapak Gubernur mengeluarkan SE45-PK0303, di situ kan berbicaranya pelarangan. Sehingga layanan tersebut memang berhenti total di sekolah," ujarnya.
Baca Juga: Pengumuman Untuk Tenaga Honorer, 700 Ribu Nama Diusulkan Jafi PPPK Paruh Waktu, Periksa Nama Anda
Perwakilan SP3JB mengungkapkan, sekitar 2.552 sopir dan helper sulit bekerja.
"Memang kondisinya ya segmen lain pun sama-sama memang lagi merosot ditambah lagi kegiatan sekolah yang tadi itu hilang," tuturnya.
Gubernur Jawa Barat menceritakan, soal kasus anak di Depok yang meninggal.
"Bapak harus tahu ya kasus Depok, itu ada anak yatim yang meninggal. Itu untuk dapetin Rp1,5 juta ikut piknik itu.
Dia kuli Pak, dari sungai dia pikulin pasir disimpan sampai dapat Rp1,5 juta hilang meninggal," jelasnya.
Dedi Mulyadi pun menjabarkan, kasus anak yang sudah tidak memiliki ayah.
Baca Juga: Bank Kota Bogor Permudah Akses Modal UMKM Melalui Skema Ultra Mikro
"Ibunya itu pinjam uang ke tetangganya Rp1,5 juta. Setelah itu saya nyari itu travelnya siapa? Enggak ada, Pak. Cuman ada kantornya, orangnya hilang," ujarnya.
Gubernur Jawa Barat menanyakan solidaritas kepada SP3JB terkait dua kasus anak yang ingin mengikuti kegiatan sekolah tersebut.
"Ada enggak teman-teman yang memiliki solidaritas kemanusiaan itu, ada enggak? Rp1 rupiah pun itu orang enggak ada yang beri Pak," ceritanya.
Saat itu, Dedi Mulyadi mengatakan, dirinya menjabat sebagai anggota DPR RI komisi empat bidang pertanian.
Baca Juga: Ribuan Warga Depok Padati DOS, Saksikan Pasha Ungu pada Perayaan HUT ke-80 RI
"Saya yang ngasih ngurusin mereka sampai memberikan bantuan pada keluarganya, mendorong teman-teman kepolisian agar ini terus sampai tersangka. Tapi kan tidak ada solidaritas.
"Pertanyaannya adalah apa kita enggak dosa? Nah, kemudian uang kita ini uang dari rakyat kecil yang miskin-miskin ini lari ke mana?
Ke restoran mungkin ke hotel ke luar daerah triliunan," pungkasnya.
Sebagai informasi, organda mendatangi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait penurunan kondisi ekonomi sektor pariwisata termasuk hotel dan angkutan bus.
Editor : Siti Dewi Yanti