RADAR BOGOR - Saat bertemu dengan sejumlah organda yang tergabung dalam Solidaritas Para Pekerja Pariwisata Jawa Barat (SP3JB), Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyinggung soal bepergian.
"Saya konsisten loh di sini. Saya muter setiap waktu," ujarnya.
Dedi Mulyadi membeberkan, para bupati sudah bepergian ke luar negeri, sementara Gubernur Jawa Barat selalu ada di Jabar.
Baca Juga: Nulam Campsite, Destinasi Glamping Kekinian di Tanjungsari Bogor dengan Nuansa ala Ubud Bali
"Kenapa saya konsisten untuk enggak pernah pergi perjanjian luar negeri, untuk apa? Karena saya sebagai pemimpin harus memberikan contoh bagaimana mengelola keuangan," pungkasnya.
Gubernur Jawa Barat menilai, harus punya manfaat bagi kepentingan masyarakat.
Soal kebijakan yang dibuat, termasuk larangan study tour, Dedi Mulyadi mengakui, tidak semua kebijakan bisa membahagiakan semua orang.
"Saya gubernur yang sampai hari ini enggak pernah pergi ke luar Provinsi Jawa Barat kecuali Jakarta," ujarnya.
Gubernur Jawa Barat mengatakan, dirinya akan pergi ke Maluku Utara karena ada undangan Jaksa Agung Muda bidang intelijen (JAM Intel).
"Menjadi narasumber tanggal 2 sampai tanggal 3. Hanya itu. Itu pun karena diminta JAM Intel harus datang," tekannya.
Dedi Mulyadi mengklaim, memahami pengusaha yang tergabung di SP3JB.
"Saya juga saya tahu perasaan Bapak sudah pinjam uang kemudian harus ada cicilan, tetapi juga saya harus pikirkan ini nih anak-anak yang orang-orang miskin," tegasnya.
Kepada sejumlah organda bidang pariwisata termasuk bus dan hotel, Dedi mulyadi menjabarkan soal alokasi anggaran Jawa Barat.
Baca Juga: Ini Makna Mendalam di Balik Hormat Presiden Prabowo untuk Para Pendidik Sekolah Rakyat
"Alokasi yang kita alokasikan bisa mengobati ribuan orang dalam setiap hari berobat di rumah sakit," ucapnya.
Siapapun, Gubernur Jawa Barat melanjutkan, yang sakit tetapi tidak punya BPBS akan dibayari pemerintah.
"Itu juga ribuan loh, Pak. Jumlahnya dari mana uang ribuan ini? Dari tata kelola keuangan," tandasnya.
Editor : Siti Dewi Yanti