RADAR BOGOR - Kepada sejumlah organda di layanan bus dan hotel, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyadari bahwa tidak semua kebijakannya akan menyenangkan setiap orang.
"Saya juga menyadari bahwa tidak semua kebijakan itu bisa membahagiakan banyak orang," tuturnya.
Dedi Mulyadi mengatakan, paham dengan perasaan para pengusaha yang bergerak di bidang pariwisata.
"Bapak sudah pinjam uang kemudian harus ada cicilan, saya juga tahu. Tetapi juga saya harus pikirkan anak-anak orang-orang miskin," pungkasnya.
Gubernur Jawa Barat menegaskan, tidak pernah melarang warga untuk melakukan piknik.
"Mana ada pernyataan saya melarang piknik, silakan," ujarnya.
Namun, Dedi Mulyadi melanjutkan, piknik tidak boleh melibatkan institusi sekolah.
"Sebagai institusi untuk mengorganisir sebuah kegiatan yang itu tidak ada kaitan dengan pendidikan," tekannya.
Gubernur Jawa Barat menekankan, untuk piknik bisa bersama orang tuanya.
Baca Juga: Aksi Demo Mahasiswa Berujung Vandalisme di Balai Kota Bogor Dikecam, Mantan Aktivis Beri Pesan Ini
"Mangga saja, anak saya juga suka piknik. Saya juga suka piknik dengan anak-anak saya. Saya juga suka sewa bus," ceritanya.
Tetapi, Dedi Mulyadi menambahkan, tidak boleh kegiatan study tour ini, piknik berbungkus study tour melibatkan institusi sekolah.
"Katanya Bapak kan anti nepotisme, anti korupsi. Kan kita ingin korupsi dalam dunia pendidikan bersih. Enggak boleh," tegasnya.
Gubernur Jawa Barat mengungkapkan, tidak boleh ada guru yang kabita (tergiur).
"Dan namanya persaingan kalau nawarin ya pasti, 'saya merena sakiyeu (saya kasih segini). Saya juga tahu, pasti milih yang paling gede," jelasnya.
Dedi Mulyadi menyinggung peristiwa kecelakaan bus yang melibatkan siswa asal Depok.
"Kasus yang Depok itu kan ngasih diskon yang tinggi akhirnya menggunakan bis yang tidak memenuhi standar," bebernya.
Gubernur Jawa Barat mengklaim, mengetahui perubahan yang dilakukan bis pariwisata.
"Saya bisa merasakan kok bisnya katingali halus (terlihat bagus), tapi gegerebegan (berdebar-debar)," tandas Dedi Mulyadi.
Sebagai informasi, sejumlah pengusaha hotel dan bis pariwisata yang tergabung dalam Solidaritas Para Pekerja Pariwisata Jawa Barat (SP3JB) bertemu dengan Gubernur Jawa Barat.
Dalam pertemuan tersebut, SP3JB meminta solusi dari Dedi Mulyadi terkait menurunnya kondisi ekonomi bidang pariwisata akibat adanya larangan study tour.
Editor : Siti Dewi Yanti