Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Ibu Asal Sumedang Memiliki Tagihan Rumah Sakit hingga Rp184 Juta, Ini Respons Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

Robecca Sesaria • Selasa, 26 Agustus 2025 | 10:50 WIB

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat bertemu Sari, seorang ibu yang memiliki tagihan rumah sakit sebesar Rp184 juta. 
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat bertemu Sari, seorang ibu yang memiliki tagihan rumah sakit sebesar Rp184 juta. 

RADAR BOGOR - Kisah pilu dialami oleh Sari, seorang ibu asal Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Di tengah duka mendalam atas meninggalnya sang anak, ia harus menghadapi kenyataan pahit lain yakni tagihan rumah sakit yang membengkak hingga Rp184 juta.

Oleh karena itu, Sari mengadukan masalah tersebut ke Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Kepada Dedi Mulyadi, Sari menjelaskan bahwa anaknya yakni anak kelima lahir secara prematur pada usia kandungan 7 bulan.

Baca Juga: Viral Pelajar Menyebrang Sungai saat Pergi ke Sekolah di Sukabumi, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Sebut Akan Bangun Banyak Jembatan Tahun Depan

Kondisi ini membuat bayi tersebut harus menjalani perawatan intensif di ruang NICU Rumah Sakit Hasan Sadikin selama dua setengah bulan karena paru-parunya belum matang dan tidak bisa bernapas sendiri.

Selama itu, Sari berjuang untuk mendapatkan jaminan kesehatan bagi anaknya.

Meskipun memiliki BPJS pemerintah, Sari tidak dapat menggunakannya untuk menanggung biaya perawatan.

Ia sudah memenuhi segala persyaratan, termasuk membuat NIK untuk sang anak agar bisa terdaftar di Kartu Keluarga.

Namun, entah mengapa BPJS tersebut tidak dapat diaktifkan dan membuat tagihan perawatan terus membengkak, menciptakan kekhawatiran dan kebingungan bagi Sari yang tidak tahu bagaimana harus melunasinya.

Baca Juga: Cara Tingkatkan Pendapatan Dunia Pariwisata di Jabar, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi: Tidak Boleh Getok Harga, Tempat Wisata Harus Bebas Pungli

Dengan hati yang cemas dan harapan yang kian menipis, Sari mendatangi tempat pengaduan yang dikelola Dedi Mulyadi, untuk meminta bantuan agar BPJS anaknya diaktifkan.

Dedi Mulyadi pun merespons dan langsung berkomunikasi dengan Kepala Dinas Kesehatan untuk mencari solusi.

Hasilnya, biaya perawatan anak Sari diputuskan untuk ditanggung oleh pemerintah provinsi, dalam kata lain seluruh tagihan sebesar Rp184 juta dibebaskan.

“Saya komunikasikan dengan kadiskes ini bisa nggak sih kita bantu oleh pemerintah, dan kadiskes menyatakan sudah pak kita tangani bersama,” jelas Gubernur Jawa Barat dilansir dari akun YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.

“Provinsi itu ada alokasi dana untuk bantu masyarakat yang miskin sebenarnya, masyarakat miskin yang mengalami problem kesehatan yang dia tidak bisa menanganinya sendiri,” lanjutnya.

Baca Juga: Bertemu Pengusaha Bus dan Travel Wisata, Gubernur Jawa Barat Tetap Larang Study Tour, Dedi Mulyadi: Saya Tidak Akan Berubah

Dedi Mulyadi juga menekankan pentingnya program Keluarga Berencana (KB), khususnya bagi keluarga yang sudah memiliki lebih dari tiga anak, agar negara tidak terus-menerus menanggung subsidi kesehatan yang besar.

Di akhir pertemuannya dengan Dedi Mulyadi, Sari mengucapkan rasa terima kasih yang mendalam atas bantuan yang ia terima.***

Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #sumedang #gubernur jawa barat