RADAR BOGOR - Kisah pilu dialami oleh Sari, seorang ibu asal Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Di tengah duka mendalam atas meninggalnya sang anak, ia harus menghadapi kenyataan pahit lain yakni tagihan rumah sakit yang membengkak hingga Rp184 juta.
Oleh karena itu, Sari mengadukan masalah tersebut ke Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Kepada Dedi Mulyadi, Sari menjelaskan bahwa anaknya yakni anak kelima lahir secara prematur pada usia kandungan 7 bulan.
Kondisi ini membuat bayi tersebut harus menjalani perawatan intensif di ruang NICU Rumah Sakit Hasan Sadikin selama dua setengah bulan karena paru-parunya belum matang dan tidak bisa bernapas sendiri.
Selama itu, Sari berjuang untuk mendapatkan jaminan kesehatan bagi anaknya.
Meskipun memiliki BPJS pemerintah, Sari tidak dapat menggunakannya untuk menanggung biaya perawatan.
Ia sudah memenuhi segala persyaratan, termasuk membuat NIK untuk sang anak agar bisa terdaftar di Kartu Keluarga.
Namun, entah mengapa BPJS tersebut tidak dapat diaktifkan dan membuat tagihan perawatan terus membengkak, menciptakan kekhawatiran dan kebingungan bagi Sari yang tidak tahu bagaimana harus melunasinya.
Dengan hati yang cemas dan harapan yang kian menipis, Sari mendatangi tempat pengaduan yang dikelola Dedi Mulyadi, untuk meminta bantuan agar BPJS anaknya diaktifkan.
Dedi Mulyadi pun merespons dan langsung berkomunikasi dengan Kepala Dinas Kesehatan untuk mencari solusi.
Hasilnya, biaya perawatan anak Sari diputuskan untuk ditanggung oleh pemerintah provinsi, dalam kata lain seluruh tagihan sebesar Rp184 juta dibebaskan.
“Saya komunikasikan dengan kadiskes ini bisa nggak sih kita bantu oleh pemerintah, dan kadiskes menyatakan sudah pak kita tangani bersama,” jelas Gubernur Jawa Barat dilansir dari akun YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
“Provinsi itu ada alokasi dana untuk bantu masyarakat yang miskin sebenarnya, masyarakat miskin yang mengalami problem kesehatan yang dia tidak bisa menanganinya sendiri,” lanjutnya.
Dedi Mulyadi juga menekankan pentingnya program Keluarga Berencana (KB), khususnya bagi keluarga yang sudah memiliki lebih dari tiga anak, agar negara tidak terus-menerus menanggung subsidi kesehatan yang besar.
Di akhir pertemuannya dengan Dedi Mulyadi, Sari mengucapkan rasa terima kasih yang mendalam atas bantuan yang ia terima.***
Editor : Eka Rahmawati