Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Rumah-rumah di Kebun Teh akan Diubah Gubernur Jawa Barat Jadi Cottage, Dedi Mulyadi: Tidak Lagi Gelas Jatuh ke Orang Kaya

Siti Dewi Yanti • Selasa, 26 Agustus 2025 | 15:28 WIB

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan rencananya untuk rumah-rumah di perkebunan teh
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan rencananya untuk rumah-rumah di perkebunan teh

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, ingin merubah seluruh rumah peninggalan zaman dulu di areal perkebunan.

"Bedeng-bedeng yang di perkebunan itu menjadi rumah-rumah berdesain arsitektur bambu yang itu berorientasi ke pariwisataan. Saya ingin berbuat adil," ujarnya.

Agar, Dedi Mulyadi menuturkan, panaroma kebun teh yang diurus oleh petani miskin bisa dinikmati oleh investor.

Baca Juga: Termasuk Satu Bangunan Milik Ormas, Satpol PP Kabupaten Bogor Bongkar 6 Bangunan Liar di Citeureup

"Hanya jual cottage-cottage, yang kaya-kaya makin kaya. Tapi mereka pemetik itu enggak dapat apa-apa. Padahal mereka yang merawat teh berpuluh-puluh tahun dan miskin," ucapnya.

Gubernur Jawa Barat menjabarkan, sudah mengarahkan membangun beberapa rumah.

"Nanti rumah-rumah itu akan saya bangun dengan desain arsitektur yang indah seperti mereka cottage dibangun," jelasnya.

Baca Juga: Telaga Warna, Wisata Alam yang Mengagumkan di Puncak Bogor dengan Danau Berwarna

Dedi Mulyadi menyampaikan, akan menyiapkan tiga kamar untuk para tamu dan akan mendidikan anak-anak pemetik teh tentang kepariwisataan.

"Bagaimana menyajikan makanan, melayani tamu dan sejenisnya. Sehingga nanti tidak lagi gelas jatuh ke orang kaya tapi nanti jatuh ke para pemetik," pungkasnya.

Gubernur Jawa Barat menyebutkan, jika para pemetik teh mendapat honor dari perkebunan hanya Rp1 juta.

Baca Juga: Buat yang Belum Dapat Pekerjaan Bisa Datang ke Job Fair yang Diselenggarakan Pemkot Depok, Ada Ribuan Loker

"Tapi dia dapat Rp3 juta per bulan dari sewa rumah, sewa kamar, menurut saya sudah menyelesaikan problem sehingga nanti konservasinya terjaga, ekosistemnya terjaga," pungkasnya.

Termasuk perkebunan, Dedi Mulyadi menjelaskan, dalam jangka pendek di bulan November akan menanam jagung dan padi gogo.

Gubernur Jawa Barat juga akan menanyakan pihak PTPN terkait tanaman yang ingin ditanam.

"Tanam karet saya tanamin. Saya butuh dari kebun karet bukan getahnya. Saya butuh dari kebun karet adalah ekosistemnya. air yang terjaga, udara yang bersih," tekannya.

Baca Juga: Kelor Tiga Coffee and Plants di Cilendek Barat Kota Bogor, Tempat Sempurna Buat Pecinta Kopi

Dedi Mulyadi meyakini, jika Jawa Barat sudah kehilangan kebun teh, gunung, dan kebun bambunya, seperti seorang perempuan cantik yang dijual.

"Waktu awalnya diminati setelah 30-40 tahun ditinggalkan banyak orang dan berpenyakit," tekannya.

Gubernur Jawa Barat menceritakan, orang-orang yang selalu mengeksploitasi sumber daya alam, baik saat di awal.

"Waktu awal nemuin gubernurnya dengan penuh keramahan segala ditawarin bupatinya. Sudah dapat izin, sudah mengeksploitasi sudah habis, dia tinggalkan dan tidak mau menengok kembali," jelasnya.

Dedi Mulyadi beranggapan, sikap tersebut adalah karakter eksploitasi.

Baca Juga: Kabar Gembira, 7 Bansos Cair di Bulan September 2025 Satu Keluarga Bisa Dapat 4 Bantuan Sekaligus, Cek Selengkapnya

"Kita sudah mendeklir diri Jawa Barat adalah provinsi gemah ripah repeh, rapih, silih asah, silih asuh, sili asih, silih pikanyaah," tuturnya.

Oleh karenanya, Gubernur Jawa Barat tidak ingin lagi ada eksploitasi.

"Ada orang yang hanya ingin menyerap Jawa Barat dari sisi keuntungan tanpa mencintai," tandas Dedi Mulyadi.

Editor : Siti Dewi Yanti
#dedi mulyadi #gubernur jawa barat #kebun teh