RADAR BOGOR - Anggota Koperasi kelurahan Merah Putih Sukamaju, Kota Depok terus bertambah.
Saat ini sudah ada 220 warga di kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Kota Depok yang sudah menjadi anggota Koperasi Kelurahan Merah Putih.
Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih Sukamaju, Nurdiansyah mengatakan, meningkatnya jumlah anggota koperasi tidak terlepas dari sosialisasi yang rutin dilakukan. "Setiap ada kesempatan, kami selalu sampaikan kepada warga," tuturnya.
Ia menargetkan Koperasi Kelurahan Merah Putih Sukamaju memiliki anggota sampai 3.000 anggota.
Angka tersebut didapat dari hasil kajian yang dilakukan olehnya. Dimana di Kelurahan Sukamaju memiliki 30 RW. "Dari satu RW ada 100 anggota minimal," paparnya.
Namun demikian, dalam menjalankan koperasi Kelurahan Merah Putih, kata dia saat ini masih terkendala pada distribusi barang atau produk yang dijual di Koperasi. Kata dia, distribusi menjadi permasalahan yang saat ini sedang dihadapi.
Seperti pemenuhan kebutuhan beras, baik itu beras SPHP dari Bulog, maupun Beras Premium. Kemudian minyak goreng merek minyak kita yang kesulitan didapat. "Distribusi masih jadi kendala," tuturnya.
Untuk mensiasati itu, koperasi Kelurahan Merah Putih Sukamaju terpaksa order dari pihak diluar distributor. Hal itu untuk menjaga ekosistem dalam koperasi Kelurahan Merah Putih Sukamaju.
"Seperti beras, ini sudah pesan belum dikirim-kitim, anggota banyak yang menanyakan, saya cari alternatif, ada yang jual beras serupa dengan harga lebih mahal sedikit, kami ambil itu untuk memenuhi kebutuhan anggota koperasi," tuturnya.
Ia mencontohkan, jika order di Bulog, beras SPHP di harga Rp 55 ribu per lima kilogram. Namun sudah order dan bayar, beras belum dikirim, kemudian ada agen atau yang menjual dengan harga Rp 60 ribu.
"Jadi kami ambil, walau gak banyak, agar ada barang di koperasi. Walaupun keuntungannya kecil," tuturnya.
Sementara itu untuk minyak kita, ia mengaku cukup kesulitan. Ia hanya bisa menunggu dari distributor.
Karena jika ambil dari agen, harganya terlalu mahal dan tidak bisa dijual di Koperasi dengan harga yang ada di agen.
"Saya sempat ke salah satu agen banyak sekali stok minyak kita, tapi harganya gak masuk untuk dijual di Koperasi, jadi stok minyak kita masih kosong," ujarnya.
Iapun berharap agar kendala distribusi barang di Koperasi Merah Putih ini bisa segera teratasi.
Karena dengan distribusi yang lancar, tentunya perputaran uang di koperasi bisa berjalan. "Koperasi Kelurahan merah putih juga semakin cepat berkembang," tukasnya. (faj)
Editor : Yosep Awaludin