RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengundang pedagang donat yang kerap memberikan donat secara gratis bagi yang membutuhkan.
Pria yang bernama Ahmad Alim ini mengatakan membawa 44 box donat menggunakan kayu dan tali.
"Terus bikin donatnya siapa?" tanya Dedi Mulyadi.
Baca Juga: Muhammad Arifin, Tukang Bangunan Disabilitas yang Menjadi Konten Kreator Inspiratif
"Yang bikin donat ada bosnya, Bos," jawab Ahmad Alim.
Ditanya Gubernur Jawa Barat tentang dagangannya, Alim mengatakan, dalam sehari bisa menghabiskan dagangannya.
"Kok ini masih banyak?" tanya Dedi Mulyadi.
Baca Juga: Pemkot Bogor Tegaskan Komitmen Jaga Petani dan Lahan Pertanian di Tengah Tantangan Urbanisasi
"Iya, tadi dagang karena disuruh ke sini," ujar Ahmad Alim.
Kepada Dedi Mulyadi, Alim menuturkan, keuntungan yang didapat Rp5.000 per box, jika laku semua.
"Berarti hari ini saya harus borong ini," ucap Gubernur Jawa Barat.
Baca Juga: Di Tengah Tantangan Industri, XLSMART Berhasil Raih Kinerja Positif di Q2 2025
Setelah dihitung, Dedi Mulyadi harus membayar Rp880 ribu untuk 44 kotak donat yang dibawa Ahmad Alim.
Gubernur Jawa Barat pun langsung memberikan uang Rp1 juta rupiah untuk seluruh donat yang dibawa Ahmad Alim.
"Kebanyakan atuh, Alhamdulillah," sebut penjual donat tersebut.
Tak sampai di situ, Dedi Mulyadi terus memberikan uang jutaan rupiah kepada Ahmad Alim.
Baca Juga: BiglandOtel Sentul Suites & Convention Tawarkan Say Yes to Your Dream Wedding Lengkap dan Fleksibel
"Berarti ini donat hak saya, engke Urang bagikeun ka tukang sasapu kabeh sina baralik marawa mun jeung wadahna nya bisa teu beli jeung wadahna nya geus jeung wadahna sakitu cukup kan uangnya?
"Ini donat hak saya, nanti dibagikan kepada tukang sapu agar pada saat pulang membawa donat bersama dengan wadahnya. Cukup kan beli wadahnya?" tanyanya.
Gubernur Jawa Barat pun meminta seseorang untuk membawa dan membagikan donat tersebut.
"Dibawa neng keluar, dibagiin ke tukang kebersihan, suruh pada dibawa pulang. Buat anak-anak mereka senang berbahagia," tandas Dedi Mulyadi.
Editor : Siti Dewi Yanti