Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Ngaku Sempat Frustasi, Gubernur Jawa Barat Ceritakan Masa Lalu yang Bikin Orang Tertawa, Dedi Mulyadi: Kuliah Jualan Bala-bala

Siti Dewi Yanti • Kamis, 28 Agustus 2025 | 15:08 WIB

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku pernah frustasi
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku pernah frustasi

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sempat menyinggung soal masa lalu saat memberikan sambutan di depan siswa Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Sesko AU).

Dedi Mulyadi menceritakan, sempat mendaftar di Akademi Militer (Akmil) TNI AU.

"Alhamdulillah tidak lulus. Berat badan saya waktu itu hanya 47 kg. Sedangkan persyaratannya minimal 55," ujarnya.

Baca Juga: Polisi di Depok Datangi Sejumlah Sekolah, Minta Pelajar Tidak Ikut Aksi Demo ke Jakarta

Gubenur Jawa Barat menceritakan, sang ayah merupakan tentara, prajurit kepala palang 3.

"Kemudian saya suruh makan tiap hari makan pisang, kemudian makan pepaya, ya tetap saja tidak naik badan," ungkapnya.

Dedi Mulyadi menuturkan, diberitahu oleh salah seorang teman untuk meningkatkan berat badan.

Baca Juga: Kemacetan Bukan Halangan, Menikmati Sensasi Kopi Nusae Puncak yang Bikin Lupa Lelah

"Akhirnya saya dikasih sama teman saya, ini cara ningkatin berat badan obat manjur. Apa itu? Pil Harsen," sebutnya.

Usai mengkonsumsi pil tersebut, Gubernur Jawa Barat mengalami perubahan.

"Alhamdulillah pipi saya gede-gede badannya tidak. Saya daftar lagi itu secapa angkatan darat tidak lulus lagi," ceritanya yang disambut dengan gelak tawa.

Baca Juga: Penertiban Bangunan Liar di Jalur Ciater, Pemerintah Provinsi Jawa Barat Pastikan Ada Relokasi Pedagang

Dedi Mulyadi menjelaskan, sempat frustasi dalam hidup.

"Waktu itu saya sudah frustasi hidup ini. Wah sudahlah saya sudah tidak punya masa depan. Eh kuliah jualan bala-bala bisa jadi gubernur dulu," tuturnya sembari tersenyum.

Gubernur Jawa Barat menerangkan tentang kepemimpinan sipil.

"Yang pertama pasti orang meletakkan diri pada setiap manusia dia harus memiliki intellectual quotient. Dia harus memiliki kecerdasan pikiran," jelasnya.

Baca Juga: Bansos Rp4,3 Juta Cair Sekaligus, Pemerintah Percepat Pencairan Tahap 3 dan Sebagian KPM Terima Dobel

Kecerdasan pikiran, Dedi Mulyadi mengatakan, dilatih secara teknikal sejak SD.

"Di mana letak kecerdasan pikiran? Kecerdasannya di tiga menurut saya, baca, tulis, dan hitung," tuturnya.

Gubernur Jawa Barat menilai, pendidikan dasar yang hari ini sudah agak dilupakan, sementara kecerdasan manusia dibentuk dari situ.

"Maka sistem pembentukan karakter manusia sejak dini ketika dia usianya 7 tahun," terangnya.

Dari kerangka berpikir calistung, Dedi Mulyadi melanjutkan, akan melahirkan gerakan saraf motorik otak kiri, otak kanan manusia, dan harus dilatih.

"Dan proses pelatihan ini maka seluruh cara berpikir manusia yang disebut dengan panca indra itu harus dilatih dalam setiap waktu," tekannya.

Baca Juga: Padahal Baru Dirazia, Parkir Liar kembali Menjamur di Jalan Margonda, Warga : Kita Bayar

Maka, Gubernur Jawa Barat menyampaikan, pendidikan yang bersifat manual, ketekunan, keuletan, dan kerajinan harus menjadi sendi utama dalam pembentukan karakter manusia.

"Maka dalam falsafah Sunda dalam sistem kepemimpinan yang dibentuk dalam kecerdasan yang disebut dengan panca waluya," tandas Dedi Mulyadi.

Editor : Siti Dewi Yanti
#dedi mulyadi #frustasi #gubernur jawa barat #Sesko AU