RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertemu dengan perempuan yang pernah mengisi hatinya saat mengenyam bangku pendidikan SMA.
Dedi Mulyadi bahkan, menceritakan isi surat yang dikirimnya untuk Kokom kepada sejumlah guru dan siswa.
"Tapi rasa rasa yang selalu membara ini tak pernah berhenti oleh pikiranku yang terasa putus asa.
Baca Juga: The Waterfall Resto, Sensasi Kuliner Outdoor dengan Suasana Modern dan Klasik di Kota Depok
"Kau menerima atau tidak, izinkan aku menyatakan bahwa aku mencintaimu," ucapnya yang disambut dengan riuhan.
Gubernur Jawa Barat mengatakan, Kokom yang bernama asli Euis Komariah merupakan anak dari seorang guru agama.
Diketahui dari pembicaraan Dedi Mulyadi dan Kokom, ayah Kokom berprofesi sebagai kontraktor.
"Bapak mah kan dulu pemborong," ucap Gubernur Jawa Barat.
Gubernur Jawa Barat mengatakan, dia mengetahui keberadaan Kokom karena suka diminta oleh kakak iparnya untuk mengantarkan kiriman kepada ibu Kokom.
"Kemudian kan saya tahu Kokom itu karena suka disuruh oleh Ceo Oyoh ke Nyalindung, ketemu Mamah itu suka ngenterin apa suka disuruh waktu itu sehingga tahu Kokom," ucapnya.
Dedi Mulyadi menjelaskan, bertemu Kokom di sekolah saat menginjak kelas 2 SMA.
"Waktu SMA saya waktu itu kelas 2, Kokom baru masuk kelas 1," terangnya.
Untuk bisa membonceng Kokom, Gubernur Jawa Barat harus meminjam motor kakaknya.
Baca Juga: Pengurus Dekranasda Kota Bogor 2025-2030 Dilantik, Prioritaskan Digitalisasi dan Pengembangan UMKM
Gubernur Jawa Barat menuturkan, Kokom menjadi salah satu primadona di sekolah, karena dikagumi oleh sejumlah siswa, termasuk Ketua Osis.
Dedi Mulyadi menegaskan, dirinya mengirim surat kepada Kokom, namun sayangnya tidak dibalas.
"Tidak dibalas itu artinya tidak diterima dengan bahasa halus," tuturnya.
Kokom mengaku sempat kuliah di STIA Subang, namun tidak menyelesaikan pendidikannya.
"Sampai semester 3 berhenti," ucapnya.
Baca Juga: Cek Rekening! Uang Bansos BPNT Rp600 Ribu Tahap 3 Periode Juli - September 2025 Mulai Ditransfer
Kokom mengatakan, usai berhenti kuliah, dirinya bekerja di salah satu perusahaan di Purwakarta selama setahun dan menikah.
Kini, Kokom memilih tinggal di kampung halamannya, usai pindah dari Bekasi.
Editor : Siti Dewi Yanti