RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ikut melihat momen penandatanganan komitmen zero tolerance, yang dilakukan forum dokter di Universitas Padjajaran.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, komitmen ini menegaskan tidak akan ada lagi ruang bagi perundungan, korupsi, gratifikasi, maupun kekerasan seksual kepada dokter atau di dunia kedokteran dan pelayanan kesehatan.
Menurut Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dunia kedokteran adalah dunia kemerdekaan, bukan dunia penindasan.
Lebih lanjut, Gubernur yang kerap disapa Kang Dedi itu juga mengatakan kalau dokter spesialis ditempa dengan kekerasan, dengan gratifikasi, bagaimana ia bisa melayani rakyat dengan ikhlas.
Ia menegaskan bahwa pemerintah Provinsi Jawa Barat siap mendukung melalui kebijakan beasiswa, pengawasan pendidikan, serta perlindungan tenaga kesehatan.
Bagi Kang Dedi, zero tolerance bukan sekadar slogan, tetapi jalan menuju peradaban baru dunia kedokteran Indonesia.
Jika ingin dokter yang kuat, yang berjiwa pengabdi, maka harus mulai dari hulunya.
Dari rekrutmen mahasiswa kedokteran, dari pembiayaan pendidikan, dari budaya akademik yang bersih.
Momen penandatanganan ini diyakini menjadi titik balik.
Dunia kedokteran Indonesia kini ditantang untuk benar-benar membersihkan diri dari praktik kotor.
Dokter itu bukan hanya soal kepintaran, tapi soal keikhlasan. Dan keikhlasan hanya bisa tumbuh di tanah yang bersih dari penindasan.