RADAR BOGOR - Meninggalnya Affan Kurniawan, driver ojek online (ojol) pada aksi demontrasi, Kamis, 28 Agustus 2025 kemarin mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi belum lama ini menghubungi orang tua Affan Kurniawan melalui sambungan telepon untuk menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya pemuda berusia 21 tahun itu.
"Saya Kang Dedi bu, menyampaikan belasungkawa, saya juga menyampaikan permohonan maaf saya tidak bisa menemui langsung karena kan saya di Jawa Barat," kata Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ke orang tua Affan Kurniawan.
Lebih lanjut, Dedi juga bertanya terkait pendidikan yang pernah ditempuh Affan Kurniawan, ternyata pemuda yang meninggal dunia akibat terlindas Mobil Rantis Brimob Polri itu tidak lulus sekolah SMP.
Sang ibu menjelaskan, anaknya tidak bisa melanjutkan pendidikan karena ia dan suami tidak memiliki cukup biaya.
"Oh SMP kelas dua sudah putus sekolah," ucapnya.
"Iya karena dulu saya tidak punya biaya," sahut ibu almarhum.
Setelah keluar sekolah, Affan Kurniawan kemudian bekerja sebagai pengemudi ojek online untuk bisa membantu perekonomian keluarganya.
Ia dikenal sebagai tulang punggung keluarga, sehingga sampai usianya yang sudah menginjak 21 tahun, ia belum memutuskan untuk berumah tangga.
Dedi Mulyadi kemudian meminta maaf karena tidak bisa datang langsung ke Jakarta. Kendati demikian, ia sudah mengutus salah satu bawahannya untuk datang ke rumah orang tua Affan Kurniawan.
Orang nomor satu di Jawa Barat itu juga tidak lupa untuk memanjatkan doa untuk Affan, agar pemuda yang hidupnya berakhir dengan cara mengenaskan itu diterima di sisi Allah SWT.
"Mudah-mudahan almarhum diterima iman Islamnya, diampuni segala dosanya, dan mendapat tempat di sisi Allah SWT," ucap Dedi Mulyadi.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga