RADAR BOGOR - Mengetahui ada seorang masa aksi yang mengalami penganiayaan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi langsung datang ke rumah sakit untuk menjenguk.
Diketahui, Ilham Renald yang merupakan lulusan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengalami pemukulan dan menusukkan oleh orang tidak dikenal (OTK) ketika mengikuti kegiatan demonstrasi di Bandung, Jawa Barat.
"Tadi saya mendapatkan informasi ada pasien yang mengikuti demonstrasi kemudian dipukuli dan ditusuk oleh orang tidak dikenal," kata Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Melihat kondisi Ilham yang belum pulih total, Dedi Mulyadi berinisiatif untuk memindahkan korban penganiayaan tersebut ke kelas satu agar bisa mendapatkan ruangan yang lebih baik.
"Saya mau pindahkan kelasnya ke kelas satu agar ruangannya lebih baik," ujar Dedi.
Bukan hanya itu, pria yang akrab disapa Kang Dedi itu juga akan membayar seluruh biaya perawatan yang diberikan kepada Ilham.
Bukan hanya biaya rumah sakit, Kang Dedi juga memberikan bantuan sebesar Rp30 juta untuk Ilham dan keluarga sebagai bentuk kepedulian yang ditujukan oleh Gubernur Jawa Barat tersebut.
"Nanti saya nitip Rp30 juta untuk keluarganya nungguin sampai nanti sembuh, di luar perawatan rumah sakit," ungkapnya.
Mendapat bantuan dari orang nomor satu di Jawa, Ilham terlihat sangat bahagia, ia juga mengucapkan terima kasih kepada Dedi Mulyadi.
Lebih lanjut, Dedi juga meminta agar rekan-rekan Ilham dari UPI untuk segara menghentikan penggalangan donasi, karena ia sudah memberikan bantuan untuk salah satu warganya tersebut.
Pria yang pernah menjabat sebagai Bupati Purwakarta sekaligus DPR RI itu akan selalu bertanggung jawab atas apa yang terjadi kepada setiap masyarakat Jawa Barat.
Di akhir video, Dedi Mulyadi mendoakan agar Ilham Renald segara sembuh agar ia bisa kembali beraktivitas seperti sebelumnya.
Dedi Mulyadi berharap agar rekan-rekan Ilham juga tidak terprovokasi, sehingga kondusifitas bisa terus terjaga di wilayah yang dipimpinnya itu.
"Jaga kondusifitas, jangan kedamaian, jangan ada lagi yang rusuh karena yang rugi kita semua," pungkasnya.