RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengumumkan akan memberikan asuransi ketenagakerjaan terhadap para pekerja informal di Jabar termasuk driver ojek online (ojol) maupun ojek pangkalan.
Rencana pemberian asuransi ketenagakerjaan tersebut sebagaimana dibahas dalam pertemuan gubernur Jawa Barat dengan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Barat Dedi Mulyadi.
"Ini yang kita lakukan dalam waktu dekat melindungi para pekerja informal," ujar gubernur Jawa Barat dikutip dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
Para pekerja informal menurut Dedi Mulyadi di antaranya ojek online (ojol), ojek pangkalan, tukang becak, sopir angkot, petani, nelayan, kuli nyangkul, kuli babad, kuli gali, serta kuli pikul.
"Semua rakyat yang tidak terlindungi kematiannya dan tidak terlindungi ketika sakit, kita siapkan program ini untuk diluncurkan dan ini komitmen dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk masyarakat," ungkap Dedi Mulyadi.
Lalu dari mana anggaran untuk asuransi ketenagakerjaan bagi para pekerja informal?Dedi menyebut rencananya anggaran akan disiapkan dari realokasi pembiayaan yang dianggap tidak penting yang akan diarahkan untuk kepentingan rakyat.
Untuk lebih detailnya, Dedi Mulyadi akan membahas secara internal dengan jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
"Selain jalan yang sudah mulai baik, irigasi semakin baik, sekolah semakin baik, layanan puskesmas semakin baik rumah sakit semakin baik, infrastrukturnya kita bangun, rakyatnya kita lindungi," ucap gubernur Jawa Barat.
Sementara itu dalam pertemuannya dengan Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat, gubernur Jabar membahas soal anggaran yang nantinya akan dialokasikan untuk kepentingan asuransi para pekerja informal.
Editor : Eka Rahmawati