RADAR BOGOR - Para pekerja informal di Provinsi Jawa Barat bakal mendapat asuransi ketenagakerjaan program Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Para pekerja informal tersebut di antaranya driver ojek online (ojol), ojek pangkalan, sopir angkot, serta tukang becak.
Program pemberian asuransi ketenagakerjaan terungkap dalam pertemuan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dengan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Dilansir dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, dalam pertemuan itu gubernur Jawa Barat menyoroti salah satu persoalan yang dihadapi para pekerja informal yakni tidak adanya asuransi ketenagakerjaan.
Kategori pekerja informal yang dimaksud Dedi Mulyadi di antaranya ojek online (ojol), ojek pangkalan, sopir angkot, tukang becak, kuli nyangkul atau tukang macul atau buruh tani, kuli serabutan, petani, nelayan, kuli gali hingga kuli pikul.
Problem pekerja informal yang hidup tanpa asuransi menurut Dedi saat meninggal dunia kurang mendapat perhatian khususnya dari segi biaya.
Dedi bercerita saat dirinya menjabat sebagai Bupati Purwakarta pernah menerapkan program tersebut.
"Saya waktu jadi bupati dulu pernah membuat asuransi pekerja informal ada petani meninggal dapat santunan Rp20 juta zaman itu, ada tukang ojek meninggal dapat santunan Rp20 juta saat itu, tukang ojek sakit ada yang mengobati rumah sakitnya," ungkap Dedi Mulyadi.
Dengan pengalaman tersebut, Dedi pun ingin menerapkannya di Provinsi Jawa Barat dan lebih memberi perhatian kepada para pekerja informal yang tidak dilindungi oleh asuransi.
Untuk menjalankan program tersebut, gubernur Jawa Barat akan menggandeng para kepala daerah seperti bupati dan wali kota untuk bersama-sama membantu para pekerja informal.
Untuk tahap awal atau tahap pertama Dedi Mulyadi berencana memberikan asuransi ketenagakerjaan kepada 3 juta para pekerja informal.
"Tahap pertama misalnya sekarang 3 juta pekerja informal di Jawa Barat diasuransikan tahap pertama 3 juta dulu," ujar gubernur Jabar kepada Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat Dedi Mulyadi yang siap melakukan realokasi anggaran untuk asuransi ketenagakerjaan.
"Rakyat yang tidak terlindungi kematiannya dan tidak terlindungi ketika sakit kita siapkan program ini untuk diluncurkan dan ini komitmen dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk masyarakat," tegas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Editor : Eka Rahmawati