RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengadakan pertemuan dengan sejumlah mahasiswa, pimpinan DPRD Provinsi, dan Kapolda Jabar Irjen Rudi Setiawan, Pangdam III Siliwangi Mayor Jenderal Kosasih, dan anggota Forkopimda.
Dalam sambutannya, Dedi Mulyadi menyampaikan soal kenakalan kepada Kaplda Jabar.
"Sebagai orang tua dari anak-anak di Jawa Barat yang setiap hari berinteraksi pasti di antara mereka yang ikut demonstrasi itu ada yang nakal," ujarnya.
Baca Juga: Hijaukan Ruang Terbuka Hijau, BKPSDM Kabupaten Bogor Sumbangkan Bibit Pohon Buah
Gubernur Jawa Barat menjelaskan, nakal anak-anak terbagi menjadi nakal kriminal dan tanpa kriminal.
"Kalau yang nakal tanpa kriminal, ngelempar, teriak-teriak, bikin macet," jelasnya.
Sementara yang kriminal, Dedi Mulyadi melanjutkan membawa senjata dan obat-obatan terlarang.
Baca Juga: Sukses Gelar Catalyst 2025, BEM FEB Unpak Bentuk Generasi Muda yang Mampu Bersaing di Tingkat Global
"Itu kriminal," tekannya.
Gubernur Jawa Barat berharap, jika ada mahasiswa termasuk anggota HMI yang masih ditahan.
"Harapan saya mudah-mudahan Pak Kapolda bisa membebaskan mereka. Setuju enggak?" ungkapnya.
Baca Juga: Gelar Doa Bersama di Tugu Kujang, OKP Lintas Iman Harap Kota Bogor Tetap Kondusif
Atas nama mahasiswa, Dedi Mulyadi menyampaikan, berharap mahasiswa yang ditahan bisa dibebaskan.
"Karena siapa tahu di antara mereka itu masih ada saudaranya anggota dewan gitu. Bisa jadi kan bisa jadi ada saudara saya juga kan gitu," candanya.
Oleh karenanya, Gubernur Jawa Barat menekankankan, forum ini adalah forum bersama.
"Siapa yang menjadi koordinasi forumnya? Saya dengerin siapa yang mau jadi koordinator forumnya. Silakan Anda forum saya dengerin aja di sini," ujarnya.
Baca Juga: Hore! Bansos BPNT Tahap 3 Cair, Rp600 Ribu Masuk ke Rekening KKS BNI, 2 Bank Lagi Menyusul
Setidaknya, Dedi Mulyadi menegaskan, pesan kepada Kapolda Jabar sudah disampaikan.
"Setelah ini juga saya akan datang ke Polda Jabar menemui mereka," tambahnya.
Kepada Kapolda Jabar, Gubernur Jawa Barat meminta agar mahasiswa yang ditahan diperbolehkan pulang.
"Kasihan ibu bapaknya nangis-nangis telepon saya," tandasnya.