RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan dialog dengan sejumlah mahasiswa di halaman Gedung Sate, Bandung, Rabu, 3 September 2025.
Pada momen tersebut Dedi Mulyadi mempersilakan para mahasiswa menyampaikan aspirasinya di hadapan para anggota DPRD Provinsi Jabar hingga Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan.
Di awal acara Dedi Mulyadi menyampaikan terima kasih kepada para mahasiswa yang datang dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Barat (Jabar) seraya mengenang dirinya pernah menjadi demonstran.
"Hidup mahasiswa, hidup mahasiswa, mantan demonstran," ujar gubernur Jawa Barat dilansir dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
Semasa duduk di bangku kuliah Dedi Mulyadi pernah menjadi seorang aktivis dan tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Purwakarta serta menduduki posisi sebagai ketua umum kala itu.
"Saya ucapkan terima kasih ya buat teman-teman mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Barat hari ini kita Pemerintah Provinsi dan seluruh jajaran DPRD, Polda Jabar, Kodam Siliwangi, Kejaksaan Tinggi, Pengadilan Negeri dan seluruhnya memberikan ruang buat teman-teman menyampaikan apa yang menjadi kegelisahan, apa yang menjadi kegundahan, dan kritik apa yang akan diberikan kepada kami sebagai penyelenggara negara," ungkap Dedi Mulyadi di hadapan para mahasiswa dalam dialog di halaman Gedung Sate.
Dedi mengungkapkan bahwa dirinya memahami aksi demo belakangan tak hanya dilakukan oleh para mahasiswa tetapi masyarakat lainnya dari berbagai kelompok baik yang terorganisir maupun tidak terorganisir.
Hal itu menurut Dedi Mulyadi disebabkan karena banyak orang yang kecewa dengan apa yang terjadi.
"Karena seluruh kekecewaa itu membaur dalam sebuah gerakan yang tidak terkendali yang pada akhirnya ada konflik ada gesekan sehingga ketika ada konflik dan gesekan itu sudut pandangnya beda," jelas Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi menegaskan sebagai gubernur yang pernah menjadi aktivis, pernah menjadi pimpinan cabang Himpunan Mahasiswa Islam memandang hal itu sebagai kenakalan remaja yang kelak bisa saja menjadi pejabat seperti dirinya.
Kepala daerah berusia 54 tahun itu pun berpesan jika di kemudian hari di antara para mahasiswa itu menjadi pejabat maka bisa lebih baik dari dirinya saat memimpin.
"Saya juga sampaikan ke Pak Kapolda sebagai orang tua dari anak-anak di Jawa Barat yang tiap hari berinteraksi pasti di antara mereka yang ikut demonstrasi itu ada yang nakal, yang nakalnya ada dua nakal tanpa kriminal dan nakal kriminal," ujar gubernur Jawa Barat.
Pada kesempatan tersebut, Dedi Mulyadi juga menyampaikan pesan kepada Kapolda Jawa Barat untuk bisa membebaskan sejumlah mahasiswa yang ditahan dalam aksi demonstrasi beberapa waktu lalu.
"Harapan saya mudah-mudahan Pak Kapolda bisa membebaskan mereka, saya atas nama teman-teman mahasiswa mudah-mudahan mereka bisa dibebaskan," kata Dedi Mulyadi.
Editor : Eka Rahmawati