RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertemu dengan sejumlah rektor universitas dan perguruan tinggi yang ada di Jawa Barat.
Dedi Mulyadi menuturkan, masalah hari ini adalah tidak banyak orang kerumunan, namun ribuan orang kemudian melakukan aksi pembakaran.
"Alhamdulillah ya saya pada waktu hari pertama paling berat dalam demonstrasi di Jawa Barat berhasil memadamkan api dan menghentikan upaya pembakaran gedung pos," ungkapnya.
Baca Juga: Mohon Maaf! 1,9 Juta KPM Terancam Dicoret dari Daftar Penerima Bansos PKH dan BPNT, Ini Penyebabnya
Gubernur Jawa Barat mengungkapkan, dirinya berusaha menghentikan mereka menerobos Gedung Sate.
"Karena saya ikut masuk dengan mereka, ngobrol dengan mereka dan ya secara personal mereka baik dengan saya, dekat karena sering ketemu di perempatan, sering ketemu di mana-mana jadi enggak ada problem," tuturnya.
Dedi Mulyadi menyampaikan seluruh kerusakan yang ditimbulkan seperti toko rusak dan sebagainya akan ditangani.
"Mobil yang terbakar, motor yang terbakar, pedagang kaki lima yang terbakar kiosnya, semuanya ditanggung oleh pemerintah provinsi Jawa Barat untuk dikembalikan dalam waktu cepat," pungkasnya.
Gubernur Jawa Barat berharap, dalam minggu ini, dananya sudah keluar dan sudah dibagikan kepada yang berhak.
Dedi Mulyadi juga mengatakan, jika dulu berdemonstrasi, panggung yang kuat adalah orasi.
Baca Juga: Resep Creamy Garlic Chicken Ala Chef Devina Hermawan, Gurih dan Lumer di Mulut
"Di panggung orasi itulah bergiliran," ucapnya.
Gubernur Jawa Barat mengatakan, beberapa kali melihat demo, namun orasinya tidak ada.
"Enggak bawa mic, enggak bawa sound, tapi yang melemparnya jauh lebih banyak dan kemudian juga banyak yang tidak punya koordinator kemudian tidak ada siapa penanggung jawab aksi," ujarnya.
Dedi Mulyadi menjelaskan, aksi yang dilakukan tidak memiliki visi karena kebanyakan waktu pertama itu bukan mahasiswa.
Baca Juga: Bansos BPNT Tahap 3 Sudah Cair, KPM Juga Bisa Terima Tambahan Rp400 Ribu, Begini Cara Cek Statusnya
"Kebanyakan dari masyarakat umum dan mereka justru jam 03.00 dini hari itu kebingungan karena ada saya jadi selesai," terangnya.
Gubernur Jawa Barat mengaku sempat menanayakan peserta unjuk rasa yang terlihat kebingungan.
"Bingung apa? Bingung pulang karena seharian enggak punya uang untuk narik. Ya kayak gitulah. Tapi itu selesai," cerita Dedi Mulyadi.
Editor : Siti Dewi Yanti