RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengundang sejumlah mahasiswa dari universitas dan perguruan tinggi yang ada di Jawa Barat.
Diketahui, pendapat mahasiswa disampaikan di ruangan terbuka di depan Dedi Mulyadi di lapangan Gedung Sate Bandung.
Namun, salah satu mahasiswa asal Universitas Djuanda Bogor menginterupsi acara yang diselenggarakan Gubernur Jawa Barat.
"Kang Dedi punten ini kan saya perwakilan dari mahasiswa Juanda Bogor ya," ucapnya.
Mahasiswa tersebut mengatakan, soal lokasi acara yang kurang tepat.
"Apa enggak ada langkah baik atau win-win solution ya acara ini menurut saya ada agak kurang gitu," ujarnya.
Mahasiswa asal Bogor tersebut menuturkan, soal udara yang panas dan tempat yang kurang layak.
"Dengan cuaca panas seperti ini apakah tidak ada tempat yang lebih layak lagi gitu?" bebernya.
Mahasiswa tersebut menuturkan tempat seperti aula atau tempat yang lebih dingin.
"Karena kita bisa melihat sendiri banyak sekali pejabat ataupun orang-orang lain yang lebih ngadem enggak bareng-bareng dengan Kang Dedi ataupun mahasiswa," tuturnya.
Mahasiswa Universitas Djuanda tersebut ingin menyampaikan pendapat di tempat yang lebih nyaman.
"Karena kalau panas seperti ini lebih baik saya di sini jadi korlap memimpin aksi," katanya.
"Tadi tadi pagi kita sudah nyiapin di ruangan ber-AC tetapi kan ada yang mengusulkan di sini biar merasakan," imbuh Dedi Mulyadi.
Baca Juga: Kembangkan Budidaya Lobster Air Tawar, Dosen Unida Bogor Gunakan 2 Teknologi Berikut Ini
Gubernur Jawa Barat menjelaskan, ada yang mengusulkan agar acara dilakukan di lapangan.
"Saya kan enggak kenal satu-satu terus kemudian di sini agak merasakan pejabat bagaimana panas. Nah, ternyata saya lebih tahan panas dibanding mahasiswa," pungkasnya.
Dedi Mulyadi mengungkapkan, dirinya banyak berkeliling.
"Ini kan forum teman-teman mau diperpanjang saya hayu. Mau pindah ke ruangan saya hayu. Kan saya tidak mau mengatur kan yang mengatur teman-teman semua," ajaknya.
Gubernur Jawa Barat mempersilakan para mahasiswa untuk memilih agenda acara yang ingin dilakukan.
"Silakan para mahasiswa pilih mau terus pidato, saya dengerin sampai kapanpun," tandas Dedi Mulyadi.
Mahasiswa asal Unida Bogor tersebut menyebutkan, diskusi akan lebih nyaman dengan suasana santai di dalam ruangan.
"Oke, ya sudah kita pindah ke dalam," tutup Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Editor : Siti Dewi Yanti