RADAR BOGOR – Gubernur Jawa Barat bertemu dengan sosok Wiro Sableng yang sempat menunjukkan aksi heroik di tengah demo dengan memadamkan api kebakaran di gedung.
Di tengah aksi demo di Gedung DPRD Jabar pada 29 Agustus 2025, tiba-tiba beberapa gedung bersejarah terbakar. Dedi Mulyadi menyaksikan beberapa orang berusaha memadamkan api, salah satunya pria yang mengenakan baju Wiro Sableng.
Dilansir dari kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi yang diunggah pada 5 September 2025, Gubernur Jawa Barat akhirnya bertemu dengan sosok Wiro Sableng tersebut.
Diketahui, pria dengan kostum Wiro Sableng itu berasal dari Jawa Timur dan saat ini tinggal di Setiabudi. Ia hadir bersama istrinya ke Lembur Pakuan.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, pun mempertanyakan kronologi kejadian hingga akhirnya Dani, nama asli sosok Wiro Sableng tersebut, bisa berada di lokasi dan membantu memadamkan api.
“Ceritanya waktu peristiwa demonstrasi itu ikut demo?” tanya Dedi Mulyadi.
“Itu enggak, Pak. Saya baru datang, itu bawa air buat teman-teman yang lagi pada demo,” jawab Dani.
“Artinya memberikan dukungan terhadap demonstrasi para pendemo,” simpul Dedi Mulyadi.
“Iya,” jawab Dani.
Dedi Mulyadi pun memastikan posisi Dani saat ia tengah naik pagar untuk mencegah aksi pembakaran gedung.
“Kalau Mas waktu itu ada di situ kan, di halaman, waktu saya naik pagar?”
“Itu saya baru datang, Pak,” kata Dani.
“Oh, baru datang. Jadi pas saya naik pagar, belum tahu?”
“Belum tahu.”
Dani pun menceritakan kronologi kejadian. Ia yang baru datang saat ada kerumunan di dalam, spontan naik dan masuk untuk memadamkan api.
Dedi Mulyadi mengungkapkan keterkejutannya atas aksi Dani yang memadamkan api dengan kakinya.
“Oh, spontan naik. Api itu langsung dipadamkan pakai kaki, lho, waktu itu,” kata Dedi Mulyadi.
“Iya, saya kira beton cor, ternyata lubang,” jelas Dani.
Baca Juga: Balita Terkunci dalam Rumahnya di Sawangan Depok, Petugas Damkar Turun Tangan
Dedi Mulyadi juga mengungkapkan bahwa adanya lubang memang karena kurangnya perawatan. Selain itu, gedung tersebut dikelola oleh Yayasan Telkom.
“Lubang itu memang kurang perawatan karena dikelolanya oleh Yayasan Telkom,” pungkas Dedi Mulyadi.***
Editor : Eli Kustiyawati