RADAR BOGOR - Keterbatasan ekonomi keluarga tidak menghalangi Insan untuk tetap menciptakan prestasi, salah satunya melalui Kejuaraan Daerah (Kejurda) Atletik Kabupaten Sukabumi tahun 2025.
Insan yang merupakan siswa kelas sembilan SMP Islam Masagi, Kabupaten Sukabumi itu berhasil meraih dua medali pada ajang Kejurda Atletik tersebut, yaitu juara satu lari nomor 100 meter putra dan juara tiga lompat jauh putra tingkat SMP/MTs.
Saat diwawancarai, Insan mengatakan, dirinya merasa sangat bahagia karena bisa meraih prestasi pada dua cabang di Kejurda atletik sekaligus. Setelah sebelumnya, pada ajang O2SN tingkat Kabupaten Sukabumi ia harus menelan kekalahan.
"Rasanya bahagia banget tentunya, yang kedua gak nyangka aja gitu. Tapi, ini juga salah satu proyeksi diri Insan sendiri, karena kemarin ada kompetisi olahraga siswa yang alhamdulillah kemarin juga nyampe tingkat kabupaten tapi gagal membawa medali," kata Insan melalui pesan Watshap yang ia sampaikan.
"Tapi untuk kali ini alhamdulillah, Insan berhasil bawa dua medali sekaligus yaitu perunggu sama emas," sambungnya.
Keberhasilan tersebut membawa siswa SMP Islam Masagi ini lolos sebagai salah satu atlet atletik Popda Kabupeten Sukabumi yang akan bertanding di tingkat Provinsi Jawa Barat.
Kabar tersebut selaras dengan pengumuman hasil seleksi yang disampaikan oleh Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Cabang Sukabumi, Sabtu, 6 September 2025.
Dalam pengumuman tersebut, nama Insan berada di antara 10 atlit yang dinyatakan lolos seleksi dan akan memperkuat kontingen Kabupaten Sukabumi pada cabang atletik di Popda Jawa Barat tahun 2025.
Siswa yang juga menjabat sebagai ketua OSIS di sekolahnya itu memiliki harapan yang sangat besar, ia berharap bisa memberikan emas untuk Kebupaten Sukabumi pada pekan olahraga pelajar tingkat daerah tersebut.
"Harapannya, karena PASI minta tiga emas, Insan pengen menjadi salah satu pembawa emas dari Kabupaten Sukabumi," ujarnya.
Menurutnya, dengan mempersembahkan medali emas untuk tahan kelahirannya itu menjadi salah satu kebanggaan tersendiri.
Insan juga berharap, kedepannya ia bisa memperbaiki perekonomian keluarga dari prestasi-prestasi yang terus diraihnya.
"Rasanya itu bangga banget barusan juga dapat emas satu, karena notebenenya Insan kecil dari anal yang bisa dibilang kurang mampu, terus ada kesempatan hari ini bisa dijadikan buat kedepannya Insan hidup bisa lebih baik lagi," pungkasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga