Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

BRIN Kenalkan Teknologi Nuklir dalam Mendukung Ketahanan Pangan di Cirebon, Begini Cara Kerjanya

Kholikul Ihsan • Selasa, 9 September 2025 | 08:55 WIB

 

Beberapa peneliti BRIN saat mengunjungi kawasan petani mangga di Cirebon. 
Beberapa peneliti BRIN saat mengunjungi kawasan petani mangga di Cirebon. 
 
RADAR BOGOR - Pemanfaatan teknologi nuklir kini tidak lagi terbatas pada energi dan kesehatan, tetapi juga menyentuh langsung sektor pangan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN) memperkenalkan hasil penelitian dan penerapannya kepada para petani mangga di Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
 
Agenda tersebut menghadirkan dua teknologi andalan, yakni iradiasi pangan dan Teknik Serangga Mandul (TSM), yang dinilai dapat membantu meningkatkan kualitas produk pertanian sekaligus menekan potensi kerugian akibat hama maupun pembusukan.
 
Kepala ORTN BRIN, Syaiful Bakhri, menjelaskan bahwa iradiasi pangan mampu memberikan solusi nyata untuk mengurangi food loss and waste.
 
Baca Juga: Wanita yang Viral Disebut Mirip Ni Hyang Bertemu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Ungkap Keinginan Kuliah Sambil Kerja
 
Dalam pelaksanaannya teknologi ini menggunakan radiasi gamma atau sinar elektron untuk membunuh bakteri, virus, hingga serangga pada produk pertanian tanpa meninggalkan residu kimia.
 
“Iradiasi pangan tidak merusak nilai gizi maupun rasa. Sebaliknya, produk menjadi lebih aman dikonsumsi dan tahan lama, sehingga sangat mendukung kebutuhan pasar ekspor,” ujar Syaiful dikutip dari laman resmi BRIN.
 
Selain iradiasi, BRIN juga memperkenalkan Teknik Serangga Mandul (TSM). Teknologi ini dilakukan dengan cara melepas serangga jantan yang sudah disinari dosis radiasi tertentu sehingga mandul. 
 
Baca Juga: Viral Disebut Mirip Ni Hyang, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Temui Syifa Wanita Asal Soreang Bandung Barat, Ini Sosoknya
 
Saat serangga tersebut kawin dengan betina liar, perkawinan tidak menghasilkan keturunan. Lambat laun, populasi hama dapat ditekan secara alami tanpa penggunaan pestisida kimia.
 
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Kementerian Pertanian RI, Dina Martha, menekankan bahwa komoditas mangga gincu dari Cirebon punya potensi besar sebagai buah unggulan ekspor. 
 
Namun, menurutnya, diperlukan perlakuan pascapanen yang sesuai standar internasional, seperti yang sudah diterapkan pada buah salak, manggis, hingga durian beku.
 
“Melalui standar penanganan pascapanen yang tepat, dapat memperluas pasar ekspor mangga gincu, dan juga meningkatkan kesejahteraan petani,” jelas Dina.
 
BRIN menegaskan keterbukaannya dalam berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional.***
 
 

 

Editor : Eka Rahmawati
#BRIN #ketahanan pangan #cirebon #teknologi nuklir