Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Ribuan Orang Datang ke Lembur Pakuan dengan Berbagai Persoalan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Tegaskan Tak Bisa Bantu Soal Utang Piutang

Eka Rahmawati • Rabu, 10 September 2025 | 09:12 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan keterangan terkait masyarakat yang datang ke Lembur Pakuan.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan keterangan terkait masyarakat yang datang ke Lembur Pakuan.

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menanggapi video viral warga yang kecewa saat datang ke Lembur Pakuan, Kabupaten Subang.

Dalam video yang beredar di media sosial sejumlah warga datang dari berbagai daerah seperti Sukabumi Jawa Barat hingga luar Jawa Barat yakni dari Blitar Jawa Timur.    

"Mau ketemu Pak Dedi," kata salah seorang pria dalam video yang beredar dan diunggah ulang di Instagram @dedimulyadi71.

"Tak korban Tik Tok tah korban Tiktok," timpal yang lainnya.

Ada pula yang mengaku kecewa telah berhari-hari di Lembur Pakuan dan belum mendapat hasil sesuai harapan.

Atas video viral kekecewaan warga yang datang ke Lembur Pakuan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi buka suara.

Melalui unggahan video di Instagram @dedimulyadi71, Rabu, 10 September 2025 Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa yang datang ke Lembur Pakuan jumlahnya cukup banyak bahkan bisa mencapai ribuan dengan berbagai masalah yang dihadapinya.

Di antaranta datang karena ingin meminta bantuan berobat kepada gubernur Jawa Barat, ada yang datang mengalami sengketa di bidang hukum, ada yang datang lantaran laporan di aparat penegah hukum atau APH belum ditindaklanjuti.

Tak hanya itu kata Dedi ada juga masyarakat yang datang ke Lembur Pakuan lantaran anaknya sekolah minta bantuan untuk tas sepatu dan sejenisnya, bahkan ada yang datang karena masalah utang piutang.

"Ada yang datang sekedar ingin foto atau ingin curhat masalah keluarga," kata Dedi Mulyadi.

Mereka yang datang ke Lembur Pakuan menurut gubernur Jawa Barat jumlahnya sangat banyak dan di pos seterbut pihaknya menyiapkan makan bagi masyarakat yang datang.

"Setiap datang kami perhatikan punya kebutuhan untuk makan sehingga kami siapkan sepenuhnya dan di situ ada dua petugas namanya Windy Mega dan tiga lagi satu lagi adalah Haji Mumu," jelas Dedi Mulyadi.

Selain menyediakan makan, gubernur Jabar juga menyediakan uang transpotr bagi mereka yang kesulitan pulang meski datang dari luar Jawa Barat.

"Kadang ada yang dari luar provinsi kami juga selalu berusaha untuk memberikan bantuan agar dia sampai ke provinsinya dengan baik," sambungnya.

Namun, Dedi menegaskan untuk layanan yang mendapat bantuan dari dirinya di antaranya adalah soal pengobatan dan layanan hukum.

"Kami siapkan pengacara free tidak usah dibayar untuk yang laporan di APH belum ditinjaklanjuti selama ini selalu dengan cepat direspons dan ditindaklanjuti," tegasnya.

Akan tetapi untuk persoalan utang piutang Dedi Mulyadi mengaku tidak bisa membantu membayarkan utang tersebut.

"Untuk yang mengalami problem keuangan karena utang piutang, mohon maaf kami tidak bisa memenuhi karena ini akan menimbulkan efek yang sangat buruk bagi saya bisa jadi orang ngantri datang minta dibayarin utang dan ini akan menimbulkan problem," jelas Dedi Mulyadi.

Sedangkan bagi mereka yang curhat masalah keluarga mungkin Dedi mengaku tidak bisa untuk menerima satu per satu karena dirinya memiliki keterbatasan waktu.

Kepala daerah berusia 54 tahun itu menyadari dari seluruh rangkaian tersebut ada yang merasa puas ada yang kadang tetap minta dilayani terutama yang urusan utang piutang.

Namun gubernur Jawa Barat kembali menegaskan tak bisa membantu persoalan utang piutang tersebut.

"Saya ucapkan terima kasih atas kunjungannya ke Lembur Pakuan, kami senantiasa terbuka pada seluruh masyarakat sekemampuan kami kami akan membantunya tetapi manakala kami tidak punya lagi kemampuan untuk membantunya kami tidak bisa memaksakan diri untuk melayani ribuan orang," ungkap gubernur Jawa Barat.

 

Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #lembur pakuan #gubernur jawa barat #utang