Walikota Bandung Lantik 212 ASN, Mayoritas Tenaga Kesehatan yang Siap Bertugas
Kholikul Ihsan• Kamis, 11 September 2025 | 17:29 WIB
Prosesi pelantikan ASN di Kota Bandung.
RADAR BOGOR - Tenaga kesehatan, mendominasi dari 212 ASN yang dilantik Walikota Bandung, Selasa, 9 September 2025 lalu.
Menurut data yang dibeberkan Pemprov Jawa Barat, dari 212 jumlah total ASN yang dilantik di Bandung, sebanyak 183 orang merupakan tenaga kesehatan.
Namun, ratusan tenaga kesehatan Kota Bandung yang dilantik tersebut, merupakan karyawan yang masuk dalam program Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Pelantikan ini merupakan bagian dari Tahap 2 Formasi Tahun 2024, yang menandai langkah penting dalam memperkuat kualitas pelayanan publik di Kota Bandung.
4 CPNS yang sudah menuntaskan masa percobaan selama satu tahun,
208 PPPK yang terdiri atas 4 tenaga pendidik, 183 tenaga kesehatan, serta 21 tenaga teknis.
Dominasi tenaga kesehatan di formasi ini menjadi sorotan khusus, mengingat vitalnya sektor tersebut dalam meningkatkan kualitas layanan masyarakat pasca pandemi dan tantangan kesehatan kota yang semakin kompleks.
Dalam sambutannya, Wali Kota Farhan menegaskan bahwa status PNS maupun PPPK bukan sekadar administratif, melainkan sebuah amanah besar untuk mengabdi.
“Menjadi ASN berarti saudara dituntut untuk menghadirkan solusi, memberikan pelayanan yang humanis, sekaligus menjaga citra Pemerintah Kota Bandung di mata masyarakat,” ucapnya.
Lebih lanjut, Farhan menyoroti pentingnya integritas di lingkungan pemerintahan. Menurutnya, Kota Bandung kini menjadi fokus perhatian lembaga penegak hukum, sehingga setiap aparatur perlu menunjukkan komitmen terhadap visi Bandung yang Amanah.
Pesan khusus ditujukan kepada tenaga kesehatan yang jumlahnya mendominasi formasi PPPK kali ini. Farhan menekankan bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya terbatas pada keterampilan medis.
“Banyak pengalaman membuktikan, keberhasilan layanan kesehatan sangat ditentukan oleh cara tenaga medis berkomunikasi dengan masyarakat. Ini harus kita perbaiki bersama,” tegasnya.
Farhan juga mengingatkan agar para aparatur tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah mereka terima, sebab tidak semua orang mendapatkan peluang serupa. Dirinya bahkan menegaskan kembali filosofi dasar birokrasi pelayanan publik.
“Pegawai negeri bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani. Layani warga dengan tulus, jangan pilih kasih, serta jangan mempersulit urusan mereka,” pesannya.