RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengambil langkah cepat menyikapi ambruknya atap bangunan SMKN 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor yang terjadi pada Rabu, 10 September 2025.
Untuk memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak terhenti, Dedi Mulyadi memerintahkan pembangunan ruang kelas baru untuk sekolah tersebut segera dimulai.
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui Instagram @dedimulyadi71, Gubernur Jawa Barat menekankan bahwa pembangunan akan dilakukan segera.
Tujuan utama dari langkah ini adalah agar para siswa bisa kembali bersekolah dengan normal secepatnya, tanpa terganggu oleh kerusakan bangunan.
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pendidikan adalah prioritas utama pemerintahannya. Oleh karena itu, pembangunan ruang kelas baru ini akan dikebut dan ditargetkan selesai pada akhir tahun 2025.
"Kami masih punya September, Oktober, November, dan Desember. Kami harus manfaatkan waktu itu untuk menyelesaikan pembangunan," ungkap Dedi Mulyadi.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan para siswa dapat belajar di lingkungan yang aman dan nyaman, karena ketersediaan ruang belajar yang layak adalah hak mendasar bagi setiap siswa.
Sorotan Terhadap Kualitas Bangunan
Selain fokus pada pembangunan, Dedi Mulyadi juga menyoroti buruknya kualitas bangunan SMKN 1 Cileungsi yang diketahui dibangun tahun 2016.
Menurutnya, robohnya atap sekolah yang belum genap 10 tahun berdiri ini diduga karena kualitas konstruksi yang buruk.
Menanggapi hal tersebut, pria kelahiran 1971 tersebut telah memerintahkan inspektorat untuk segera melakukan pemeriksaan menyeluruh.
"Dipastikan kualitas pembangunannya buruk kalau sampai atapnya roboh, saya sudah minta inspektorat untuk memeriksa, termasuk siapa yang dulu membangunnya, setiap orang harus bertanggung jawab," tegasnya.
Dedi Mulyadi mengajak seluruh pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk bersama-sama menjaga kualitas dan keberlanjutan dunia pendidikan di Jawa Barat.
Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor Ade Hasrat menyebut insiden ini terjadi sekitar pukul 09.15 WIB di Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi.
Saat kejadian, para siswa kelas 10 dan 12 sedang mengikuti pelajaran, dan secara tiba-tiba atap serta dinding empat ruangan (terdiri dari dua ruang kelas dan dua ruang pertemuan), runtuh.
Akibatnya, sebanyak 31 siswa dan guru mengalami luka-luka usai tertimpa reruntuhan berhasil dievakuasi oleh guru dan tim gabungan yang tiba di lokasi.
Editor : Eka Rahmawati