Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Sebut Wilayah Sukabumi Terlalu Luas, Dorong Pemekaran Wilayah

Khairunnisa RB • Kamis, 11 September 2025 | 13:34 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat berpidato pada Hari Jadi Kabupaten Sukabumi. 
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat berpidato pada Hari Jadi Kabupaten Sukabumi. 

RADAR BOGOR — Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-155 yang digelar di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Sukabumi, Palabuhanratu, Rabu, 10 September 2025 berlangsung penuh khidmat dan sarat makna.

Perayaan yang dikenal dengan nama Roksa Sawala ini tidak hanya menjadi ajang mengenang sejarah berdirinya Kabupaten Sukabumi, tetapi juga menjadi forum strategis untuk membahas arah pembangunan daerah ke depan.

Dilansir dari YouTube Lembur Pakuan Channel, acara tersebut dihadiri jajaran tokoh penting dari tingkat provinsi hingga daerah.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, hadir bersama rombongan pejabat Pemprov Jabar.

Sementara dari tingkat lokal tampak hadir Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki beserta Ketua TP-PKK, Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRD, kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), serta tokoh masyarakat dari berbagai latar belakang.

Kehadiran para pemimpin ini menunjukkan kuatnya komitmen bersama dalam membangun Sukabumi secara berkesinambungan.

Dalam arahannya, Gubernur Dedi Mulyadi menekankan bahwa pembangunan di Kabupaten Sukabumi harus dijalankan secara seimbang antara percepatan ekonomi dan pelestarian lingkungan.

Ia menilai bahwa kekayaan alam yang dimiliki Sukabumi perlu dijaga melalui langkah-langkah inovatif.

Misalnya dengan mendorong pemanfaatan bambu sebagai material bangunan ramah lingkungan, memperluas program reboisasi, dan melakukan penataan tata ruang yang lebih terencana agar pertumbuhan wilayah tidak merusak ekosistem.

Selain aspek lingkungan, Dedi juga menyoroti masih lemahnya sejumlah layanan dasar yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat.

Ia menilai bahwa infrastruktur jalan perlu diperbaiki agar konektivitas antarwilayah semakin lancar, penyediaan air bersih harus diperluas agar menjangkau daerah-daerah terpencil.

Kualitas pelayanan rumah sakit juga perlu ditingkatkan agar lebih cepat dan tanggap terhadap kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Lebih jauh, Dedi Mulyadi mengungkapkan pandangannya bahwa luasnya wilayah dan besarnya jumlah penduduk Kabupaten Sukabumi yang kini telah melampaui dua juta jiwa menjadi tantangan tersendiri dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Dedi Mulyadi menilai bahwa tanpa adanya pemekaran wilayah, akan sulit memastikan pelayanan publik dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara merata.

“Tanpa pemekaran, akan sulit memastikan pelayanan bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara merata,” ujar Dedi Mulyadi.

Menurutnya, pembentukan daerah otonom baru bisa menjadi langkah strategis untuk memecah beban birokrasi, mempercepat distribusi anggaran, dan meningkatkan efektivitas pelayanan pemerintahan hingga ke pelosok.

Sementara itu, Bupati Sukabumi Asep Japar dalam laporannya menyampaikan rasa syukur atas peringatan Hari Jadi ke-155 ini.

Ia mengingatkan bahwa Hari Jadi Kabupaten Sukabumi telah ditetapkan melalui Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2018, yang menetapkan 10 September 1870 sebagai tanggal berdirinya Kabupaten Sukabumi.

Menurut Asep, momentum ini menjadi pengingat penting tentang tanggung jawab bersama dalam meneruskan perjuangan para pendiri daerah.

Asep juga memaparkan berbagai capaian pembangunan yang telah dijalankan pemerintah daerah dalam beberapa tahun terakhir.

Bupati Sukabumi menyoroti adanya program beasiswa Generasi Mencrang untuk para penghafal Al-Qur’an sebagai bentuk investasi pada sumber daya manusia, serta layanan kesehatan gratis Sukabumi Sakti yang menjadi penopang kesejahteraan masyarakat.

Di samping itu, Asep menyebut upaya pemberdayaan pemuda dan perempuan, pengembangan UMKM melalui program Motekar, pembangunan infrastruktur untuk membuka keterisolasian wilayah, dan kerja keras mempertahankan status UNESCO Global Geopark Ciletuh-Pelabuhanratu sebagai bagian dari strategi besar membangun Sukabumi yang tangguh dan berdaya saing.

Menanggapi wacana Gubernur Jawa Barat terkait pemekaran wilayah, Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menyatakan dukungannya.

Ia menilai bahwa jika pemekaran benar-benar direalisasikan, maka hal itu dapat membuka peluang percepatan pembangunan, sekaligus memperluas cakupan wilayah Kota Sukabumi sehingga mampu menjadi salah satu kota terbesar di Jawa Barat.

Menurutnya, langkah tersebut akan berdampak positif terhadap pemerataan pelayanan publik sekaligus pertumbuhan ekonomi kawasan.

Peringatan Hari Jadi ke-155 Kabupaten Sukabumi kali ini tidak hanya menjadi selebrasi sejarah, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk menegaskan arah pembangunan daerah.

Gagasan pemekaran yang mencuat dalam acara ini menandai babak baru diskusi tentang masa depan Sukabumi, yang diharapkan mampu menjawab tantangan zaman sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.

Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #sukabumi #gubernur jawa barat