Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Serukan Revolusi Pembangunan dari Bambu di Peringatan Hari Jadi Sukabumi

Khairunnisa RB • Kamis, 11 September 2025 | 13:00 WIB

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat berpidato di Hari Jadi Kabupaten Sukabumi. 
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat berpidato di Hari Jadi Kabupaten Sukabumi. 


RADAR BOGOR – Perayaan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-155 tahun bukan sekadar momen seremonial.

Di hadapan ribuan undangan yang memenuhi ruangan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tampil lantang, penuh humor, namun sarat pesan mendalam.

Pidato Dedi kali ini berbeda, ia tidak sekadar menyampaikan ucapan selamat atau menyebut capaian pembangunan.

Dikutip dari YouTube Lembur Pakuan Channel, Dedi justru mengajak Sukabumi kembali ke akar budaya sekaligus menatap masa depan dengan cara yang tak biasa, yakni membangun dengan bambu.

Menurutnya bambu Sukabumi adalah yang terbaik di Jawa Barat. Jadi kalau ada pembangunan di Sukabumi, jangan pakai kayu lagi. Kayu itu mahal, dan merusak gunung serta sungai. Sedangkan Bambu bisa untuk arsitektur kelas dunia.

Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Perintahkan Kepsek di Jabar Cek Sekolah Masing-Masing Pasca Atap SMKN 1 Cileungsi Bogor Ambruk, Dedi Mulyadi: Segera Laporkan

Gubernur yang kerap disapa Kang Dedi ini juga menegaskan bahwa kalau branding Sukabumi adalah arsitektur bambu, maka dunia akan datang.

Menurutnya, pemanfaatan bambu bukan hanya soal identitas budaya, tetapi juga strategi ekonomi yang berkelanjutan.

Dedi Mulyadi mengingatkan bahwa alokasi anggaran pembangunan Sukabumi mencapai Rp3,4 triliun.

Jumlah itu besar, tetapi sering tidak memberi dampak signifikan karena perputaran uang justru keluar dari daerah.

Gubernur yang dikenal lugas ini bahkan menggambarkan Sukabumi sebagai calon pusat arsitektur bambu dunia.

Baca Juga: Atap Bangunan SMKN 1 Cileungsi Bogor Ambruk, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi: Segera Bangun Ruang Kelas Baru

Jika identitas ini dipegang teguh, Sukabumi bukan hanya membangun infrastruktur, melainkan membangun peradaban.

Namun, Dedi juga memberi peringatan keras dan menilai tata ruang Sukabumi selama ini awut-awutan dan mengingatkan bahwa apabila alam terus dirusak, bukan hal yang mengherankan bila bencana datang.

Baca Juga: Ribuan Orang Datang ke Lembur Pakuan dengan Berbagai Persoalan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Tegaskan Tak Bisa Bantu Soal Utang Piutang

Karena itu, menurutnya tata ruang harus dikembalikan pada filosofi leluhur Sunda, yakni menjaga gunung agar tetap hijau, menjadikan lembah sebagai sawah, serta tidak merusak sungai sebagai cara menjaga keseimbangan alam.

Di akhir ia menegaskan, pembangunan bukan sekadar beton dan aspal, tapi tentang jati diri, filosofi, dan keberlanjutan.

Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #sukabumi #gubernur jawa barat