Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Serukan Pemekaran Wilayah Sukabumi, Begini Tanggapan Bupati Asep Japar

Khairunnisa RB • Kamis, 11 September 2025 | 14:55 WIB
Bupati Sukabumi Asep Japar tanggapi pemekaran wilayah dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Bupati Sukabumi Asep Japar tanggapi pemekaran wilayah dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi singgung masalah pemekaran wilayah Kabupaten Bogor, saat menghadiri acara HUT ke 155, Rabu, 10 September 2025 lalu.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan pandangannya mengenai perlunya pemekaran wilayah Sukabumi, dan penguatan layanan dasar publik.

Namun, pandangan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi soal pemekaran wilayah langsung ditanggapi Bupati Asep Japar.

Asep menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah daerah saat ini, adalah memperkuat seluruh program pembangunan yang telah berjalan, agar hasilnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

"Momentum Hari Jadi ini harus kita jadikan titik tolak untuk memperkuat sinergi dan inovasi dalam membangun Sukabumi yang maju, sejahtera, dan berdaya saing,” ungkap Asep Japar.

Ia menilai, penguatan tersebut akan menjadi pondasi kokoh apabila wacana pemekaran benar-benar direalisasikan di masa mendatang.

Kabupaten Sukabumi menandai perjalanan panjang usianya yang ke-155 dengan sebuah perayaan megah nan khidmat bertajuk “Roksa Sawala”, yang digelar di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Sukabumi, Palabuhanratu.

Acara ini tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan sebuah momen refleksi historis dan kebangkitan semangat kolektif untuk menatap masa depan.

 

 

Dalam suasana yang sarat rasa syukur, Bupati Sukabumi Asep Japar menegaskan bahwa usia ke-155 bukan sekadar angka dalam perjalanan sejarah, melainkan simbol kematangan daerah dalam membangun kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Keseruan SMAIT BBS Bogor Gelar Festival Dongdang Untuk Peringati Maulid Nabi SAW

Ia mengingatkan bahwa Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ditetapkan jatuh pada 10 September 1870, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2018.

Sejak penetapan itu, kata Asep, Sukabumi telah berkembang pesat di berbagai sektor pembangunan.

Lebih lanjut, Asep memaparkan sederet capaian strategis yang telah berhasil diwujudkan pemerintah daerah.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah program beasiswa Generasi Mencrang, yang ditujukan bagi para penghafal Al-Qur’an.

Program ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter religius.

Di sektor kesehatan, hadirnya layanan Sukabumi Sakti memberikan akses pengobatan gratis.

Khususnya bagi masyarakat kurang mampu, sehingga kehadiran negara benar-benar dapat dirasakan hingga ke pelosok.

Selain itu, Pemkab Sukabumi juga menunjukkan keseriusan dalam memacu roda ekonomi masyarakat.

Berbagai program pemberdayaan pemuda dan perempuan terus digulirkan, termasuk program pengembangan UMKM Motekar yang telah membantu banyak pelaku usaha kecil naik kelas dan memperluas jaringan pemasaran mereka.

Di bidang infrastruktur, pembangunan jalan dan jembatan terus digenjot untuk membuka keterisolasian wilayah, mempermudah mobilitas warga, dan memperkuat konektivitas antarkecamatan.

Tidak berhenti di situ, Asep juga menyoroti komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan UNESCO Global Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, sebuah kebanggaan internasional yang dimiliki Kabupaten Sukabumi.

Menurutnya, geopark tersebut bukan hanya destinasi wisata alam kelas dunia, tetapi juga aset strategis yang dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal jika dikelola secara berkelanjutan.

Puncak peringatan Hari Jadi ke-155 Kabupaten Sukabumi ini pun akhirnya bukan sekadar ajang seremonial, melainkan menjadi ruang publik untuk menunjukkan arah kebijakan sekaligus hasil nyata pembangunan yang telah dicapai.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#dedi mulyadi #sukabumi #pemekaran wilayah #gubernur jawa barat