Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bukan Kurikulum atau Guru, Ini Masalah Utama Pendidikan Jabar yang Diungkap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

Khairunnisa RB • Sabtu, 13 September 2025 | 17:44 WIB

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti pentingnya infrastruktur fisik dalam dunia pendidikan.

Sebab menurut Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, kualitas pendidikan tidak bisa hanya diukur dari kurikulum atau kompetensi guru. Tetapi juga sangat bergantung pada ketersediaan sarana fisik seperti gedung sekolah, meja kursi, hingga akses jalan yang memadai.

Dalam forum rapat evaluasi anggaran bersama jajaran perangkat daerah, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan, bahwa masyarakat Jabar secara kultural masih berkarakter komunal atau “paguyuban” yang memaknai proses belajar sebagai aktivitas berkumpul secara fisik.

Baca Juga: Ukir Sejarah di Final CFA International 2025, Penampilan Timnas Futsal Indonesia Bikin Media Vietnam Terkesima

Ia menilai pandemi COVID-19 menjadi bukti nyata bahwa pembelajaran daring tidak efektif di Jawa Barat.

"Belajar jarak jauh ketika covid kemaren, apa yang terjadi, anak sekolah ga bisa baca tulis," ujar Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi menggaris bawahi, bahwa infrastruktur adalah prasyarat kemajuan di semua sektor, termasuk pendidikan.

Baca Juga: Uang Pajak Tak Boleh Nganggur, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Alihkan Anggaran Besar-besaran ke Pembangunan Infrastruktur

Tanpa bangunan sekolah dan akses jalan yang baik, program pendidikan apa pun tidak akan bermakna.

Bicara pendidikan sebagai sendi pembangunan, tidak ada artinya tanpa membangun sekolah.

Harus ada ruang kelas, ada guru, ada meja kursi, dan jalan menuju ke sekolah.

Selain pendidikan, Gubernur juga menekankan pentingnya infrastruktur kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas.

Baca Juga: Lewat Layanan SITPEC, Mayapada Hospital Bandung Berikan Tiga Solusi Olahraga Terpadu untuk Pulih, Aktif, dan Lebih Sehat

Ia mencontohkan kasus warga yang harus ditandu ke rumah sakit akibat jalan buruk atau ketiadaan ambulans sebagai potret lemahnya infrastruktur dasar.

Karena itu, Pemprov Jabar mendorong alokasi belanja infrastruktur secara besar-besaran dalam APBD 2025, dari semula Rp1,7 triliun menjadi Rp4,8 triliun.

Anggaran tersebut bersumber dari efisiensi belanja perjalanan dinas, kendaraan dinas, pakaian dinas, hingga belanja pegawai.

Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Pangkas Anggaran Perjalanan Dinas dari Rp1,5 Miliar Jadi Rp74 Juta, Uangnya Dialihkan untuk Hal Ini

Kalau infrastrukturnya jelek, harga membangun rumah sakit dan sekolah akan jauh lebih mahal. Tapi kalau jalan bagus, biaya jadi murah, jarak terasa dekat.

Dengan fokus pada pembangunan infrastruktur pendidikan dan kesehatan, Dedi Mulyadi berharap kualitas hidup masyarakat Jabar akan meningkat dan ketimpangan antarwilayah bisa ditekan.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#dedi mulyadi #guru #pendidikan #gubernur jawa barat