RADAR BOGOR – Sosok Egi, remaja asal Bogor yang kerap muncul dalam video YouTube Kang Dedi Mulyadi, kembali menyapa publik dengan gaya khasnya.
Dalam kunjungan terbarunya ke Lembur Pakuan, bahasa yang dipakai Egi terdengar lebih sopan, namun kelakuannya tetap saja sukses membuat Dedi Mulyadi, tokoh budaya Sunda sekaligus Gubernur Jawa Barat, tak kuasa menahan tawa.
Sejak awal pertemuan, percakapan antara Dedi Mulyadi dan Egi sudah dipenuhi momen lucu. Ketika ditanya maksud kedatangannya, Egi dengan polos menjawab “ulin” atau main.
Namun, saat diminta menjelaskan lebih lanjut, jawabannya berputar-putar. Ia menyebut nama seorang teman bernama Geri yang “nganter Egi”, tapi sempat salah ucap sehingga memicu tawa Dedi Mulyadi.
Egi juga menceritakan pengalamannya ikut ajengan atau ustadz berkeliling mengisi ceramah. Dari kegiatan itu, ia mengaku kadang mendapat honor, bahkan sering mengirimkan hasilnya untuk neneknya di Bogor.
Saat Dedi Mulyadi menanyakan kelanjutannya, Egi tiba-tiba menjawab ingin pulang, sebelum kembali mengaku masih ikut keliling bersama Ustadz Joker. Pola jawaban yang tak terduga ini membuat suasana semakin cair.
Momen mengocok perut lainnya muncul ketika Dedi Mulyadi menanyakan cita-cita Egi. Bocah 14 tahun itu menyebut ingin menjadi penceramah.
Namun ketika diminta mencontohkan isi ceramah, ia justru kebingungan dan berkata singkat, “poho” alias lupa. Spontan, tawa pun pecah dari Dedi Mulyadi dan orang-orang di sekitarnya.
Meski demikian, terlihat perubahan sikap pada diri Egi. Ia kini lebih sering mengucapkan kata “mohon” atau “muhun” sebagai tanda sopan santun.
Perubahan itu disambut baik Dedi Mulyadi, yang tetap menanggapi dengan gaya hangat khasnya.
Kemunculan Egi kembali membuktikan bahwa dirinya menjadi bagian penting dari konten budaya di Lembur Pakuan.
Kepolosan, celoteh lugu, serta sikap apa adanya membuat interaksinya selalu dinanti publik. Dan sekali lagi, meski bahasa makin halus, tingkahnya tetap mengocok perut.***
Editor : Eli Kustiyawati