RADAR BOGOR - Sosok Euis Komariah alias Kokom Komariah, wanita yang pernah membuat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi klepek-klepek alias jatuh cinta saat duduk di bangku SMA belakangan menyedot perhatian.
Setelah sekitar 35 tahun tidak bertemu, Dedi Mulyadi kembali bertatap muka dengan Kokom beberapa waktu lalu di Lembur Pakuan dan terungkap kisah cinta masa lalu sang kepala daerah.
Momen pertemuan kembali Dedi Mulyadi dan Kokom Komariah sebagaimana unggahan video di YouTube Kang Dedi Mulyadi 27 Agustus 2025 lalu. Inilah profil Kokom Komariah, wanita asal Subang Jawa Barat yang belakangan kerap muncul bersama Dedi Mulyadi di YouTube-nya dan pernah membuat sang gubernur jatuh cinta di masa lalu.
Meski hingga lulus SMA, Dedi Mulyadi tak pernah mendapatkan cinta Kokom Komariah bahkan hingga saat ini. Kokom dan Dedi memiliki kisah hidup berbeda dan menemukan jodoh meski akhirnya mereka juga sama-sama bercerai dari pasangan masing-masing.
Kemunculan Kokom Komariah di YouTube Dedi Mulyadi cukup menyedot perhatian sehingga membuat publik semakin penasaran dengan kisah cinta masa lalu orang nomor satu di Tanah Pasundan itu.
Profil Kokom Komariah
Kokom Komariah memiliki nama asli Euis Komariah saat ini berusia 52 tahun. Kokom merupakan anak tunggal, sang ayah kala itu bekerja sebagai kontraktor sedangkan sang ibu merupakan guru agama.
Kokom dan Dedi Mulyadi sama-sama sekolah di SMA Negeri 1 Purwadadi, Kabupaten Subang. Dedi Mulyadi merupakan kakak kelas Kokom Komariah dan lulus tahun 1990. Sedangkan Kokom lulus tahun 1991.
Pada tahun 1988 atau saat duduk di bangku kelas 2 SMA, Dedi Mulyadi jatuh cinta pada Kokom Komariah yang ketika itu duduk di bangku kelas 1 SMA. Cinta pertama Dedi kepada Kokom membuat anak kesembilan dari 9 bersaudara itu memberanikan diri menulis surat cinta untuk wanita berparas cantik di sekolahnya tersebut.
Dedi mengirim surat cinta kepada Kokom dan berisi puisi serta ungkapan perasannya lalu menitipkannya kepada Iyep meski tak pernah terbalas hingga lulus sekolah sehingga cintanya pun bertepuk sebelah tangan.
"Ternyata jangankan diterima suratnya dibaca saja tidak suratnya," ujar Dedi Mulyadi pada salah satu momen pertemuannya dengan Kokom yang diunggah di YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
Kokom tersipu dan sempat mengaku kalau dirinya takut membuka surat itu lantaran tercium aroma yang sangat harum sehingga ia khawatir ada unsur magis di dalamnya.
Setelah lulus SMA Kokom sempat kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) di Subang tetapi pada semester 3 memilih berhenti.
Kokom sempat bekerja di sebuah pabrik di Purwakarta hingga bertemu jodohnya pada tahun 1994 dan menikah. Ketika menikah, Kokom mengaku mengundang Dedi Mulyadi dan sang kakak kelasnya itu pun datang ke pernikahannya.
"Oh saya teh waktu nikah datang di Nyalindung?" tanya Dedi Mulyadi mengingat-ngingat momen hari pernikahan Kokom yang digelar di Dusun Nyalindung, Kecamatan Dawuan, Subang.
Setelah menikah Kokom dan suaminya pernah tinggal di Bekasi. Namun pada 2016 Kokom anak-anaknya kembali ke Subang lantaran ia bercerai dengan sang suami.
Sama-Sama Bercerai
Kokom juga sempat menceritakan kisah cintanya kepada Dedi Mulyadi yang berakhir dengan perceraian.
"Senasib, jadi kita statusnya janda duda," ujar Dedi Mulyadi kepada Kokom.
Usai bercerai dengan suaminya, Kokom juga mengaku pernah menikah lagi tetapi tak bertahan lama dan lagi-lagi berpisah. Kokom kini memilih hidup bersama tiga anaknya serta cucunya.
Anak pertamanya seorang perempuan telah menikah dan memiliki anak, lalu anak kedua Kokom seorang laki-laki dan sudah bekerja serta anak ketiganya juga laki-laki kini duduk di bangku kelas 3 SMA.
Setelah kemunculannya di YouTube Dedi Mulyadi, Kokom belakangan sering bersama gubernur Jawa Barat mengenang masa sekolah.
Sampai Senin, 15 September 2025 terdapat sepuluh video yang diunggah di YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel mulai dari pertemuan pertama kali setelah 35 tahun, pertemuan bersama Iyep salah satu saksi kisah cintanya, kemudian momen kunjungan ke SMAN 1 Purwadadi Subang hingga bertemu dengan orang tua Kokom.