RADAR BOGOR - Dalam perayaan Hari Jadi Kabupaten Karawang, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan pidato penuh semangat yang menyoroti pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik di Jawa Barat.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengingatkan bahwa pembangunan, khususnya di Karawang bukan sekadar membangun jalan dan gedung, tapi soal menghadirkan kesejahteraan nyata bagi rakyat.
"Jalan rusak itu rakyat tidak peduli siapa yang punya kewenangan desa, kabupaten, provinsi, atau pusat. Kalau rusak ya gubernur yang disalahkan,” ujar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Baca Juga: Peringati Hari Kesehatan Reproduksi Sedunia, Prudential Life Assurance Gelar Layanan Pap Smear Gratis di Gunung Putri Bogor
Dedi mengungkapkan bahwa saat ini anggaran jalan di APBD Jawa Barat sudah mencapai 7%, namun menurutnya perlu dinaikkan hingga 75% agar mampu mempercepat pemerataan pembangunan.
Ia juga menyoroti kewajiban pemerintah daerah untuk fokus pada layanan dasar yakni pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, sebelum memikirkan proyek-proyek sekunder.
Dedi mengusulkan agar sebelum APBD kabupaten diajukan ke DPRD, terlebih dahulu diserahkan ke Gubernur untuk dianalisis kesesuaian dengan kebutuhan rakyat.
Baca Juga: Didemo Warganya, Kepala Desa Bojong Kulur Bogor Siap Mundur Jika Keputusan Sesuai Koridor Hukum
"Biar rakyat tahu arah kebijakan, jangan hanya para elit,” ucap Gubernur Jawa Barat.
Tak hanya itu, Dedi memaparkan konsep pembangunan berbasis ekosistem.
Ia menegaskan perlunya mengelola sungai dan wilayah air sebagai tulang punggung ekonomi dan transportasi publik, bukan hanya untuk irigasi.
Ia berencana membangun titik-titik workshop alat berat di sepanjang daerah aliran sungai agar perawatan sungai bisa cepat dilakukan.
Baca Juga: BPD Sepakat Nonaktifkan Kepala Desa Bojong Kulur, Ratusan Massa Sambut dengan Sorak Sorai
Menurut Dedi, jika pengelolaan air berhasil, maka Jawa Barat akan menjadi daerah yang “subur makmur repeh rapih”.
Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan sampah dan perlindungan lingkungan gunung serta hutan agar pembangunan tidak merusak keseimbangan alam.
Pidato Dedi yang membakar semangat ini menjadi pengingat bahwa pembangunan sejati bukan tentang beton, melainkan tentang manusia.