RADAR BOGOR - Suasana Hari Jadi Kabupaten Karawang berubah menjadi sarat makna saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membawa pidato penuh filosofi sejarah dan kebudayaan Karawang.
Selain itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga merumuskannya sebagai peta jalan untuk membangkitkan kelas menengah dari akar desa di Karawang.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa masyarakat Karawang merupakan perpaduan dua karakter leluhur.
Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Bongkar Ketimpangan Sosial dan Ramal Potensi Revolusi Remaja di Karawang, Ini Katanya
Ketenangan para resi dari Pajajaran (gunung) dan kegigihan para prajurit Mataram (pantura).
Perpaduan inilah yang menurutnya harus menjadi dasar perencanaan pembangunan Karawang.
Namun, ia menyoroti bahwa struktur sosial saat ini timpang, di mana petani kecil, buruh panggul, buruh tandur, bahkan untuk membeli beras hasil panennya sendiri harus membayar mahal karena distribusi dikuasai pasar besar.
“Karawang ini penghasil beras, tapi rakyat kecilnya justru membeli beras dengan harga mahal." Ujar Dedi Mulyadi.
Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Guncang Karawang: Infrastruktur Boleh Hebat, Tapi Rakyat Harus Merasa Sejahtera
Untuk itu, ia mengusulkan agar setiap desa membangun lumbung pangan desa yang membeli gabah langsung dari petani dan menyuplai kebutuhan beras rakyat kecil, dengan dukungan intervensi APBD provinsi.
Ia juga menekankan perlunya melindungi petani dan buruh tani secara ekonomi dan kesehatan, agar tidak terjebak utang saat sakit.
Dedi melanjutkan, pendidikan anak-anak desa harus didukung dengan beasiswa khusus bagi siswa berprestasi dari keluarga tidak mampu, agar tidak terjebak dalam lingkaran kemiskinan antargenerasi.
Baca Juga: Dominasi Pertandingan, Fivers Hentikan Langkah SMAN 7 di Honda DBL with Kopi Good Day West Java West
Ia menegaskan, kelas menengah desa harus diperkuat karena merekalah penyangga stabilitas sosial.
“Kalau tidak, yang kaya akan makin kaya, yang miskin akan makin miskin, dan jurang sosial makin lebar,” pungkasnya.
Pidato Dedi Mulyadi ini bukan hanya tentang masa lalu Karawang, tetapi juga tentang membangun masa depan Karawang yang adil, sejahtera, dan berakar pada nilai budayanya sendiri.