RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan, bahwa dirinya tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk kebutuhan makan sehari-hari.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan, kebutuhan pangan harian keluarganya berasal langsung dari lingkungan tempat tinggalnya di Lembur Pakuan, bukan dari rumah dinas gubernur di Gedung Pakuan atau berasal dari APBD.
"Semuanya bersumber dari lingkungan tempat tinggal saya. Dan saya tinggal di lembur pakuan tidak di gedung pakuan, bukan APBD," ujar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Dedi menjelaskan bahwa di lingkungan tempat tinggalnya terdapat sawah, kebun, kolam ikan, dan berbagai sumber pangan lainnya.
Dengan begitu, ia tidak perlu mengandalkan anggaran pemerintah untuk memenuhi kebutuhan konsumsi.
"Jadi inshaallah saya tidak menggunakan dana APBD yang 14 miliar itu untuk makan," jelas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Menurutnya, anggaran APBD Jawa Barat sebaiknya difokuskan untuk program-program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Ya inshaallah anggaran APBD di Jawa Barat diprioritaskan untuk kepentingan rakyat bukan untuk makan-makannya gubernur," ungkap Gubernur Jawa Barat.
Pernyataan ini muncul setelah munculnya kritik terkait besarnya anggaran makan dan minum pejabat di berbagai daerah.
Dedi pun menekankan pentingnya transparansi dan pengelolaan anggaran yang tepat sasaran, agar tidak menimbulkan kecurigaan publik.
Dengan sikap hidup sederhana yang ia jalani, Dedi berharap dapat memberi contoh bagi pejabat publik lainnya dalam mengelola anggaran negara serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga