Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Sebut Mahasiswa Kritis Jadi Modal Perubahan Bangsa

Kholikul Ihsan • Rabu, 17 September 2025 | 16:22 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hadir dalam Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Pasundan (Unpas).
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hadir dalam Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Pasundan (Unpas).
RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan pentingnya keberanian generasi muda, khususnya mahasiswa dalam menyuarakan kritik dan gagasan.
 
Menurut gubernur Jawa Barat, sikap kritis bukan sekadar wujud keberanian, tetapi juga modal besar dalam menciptakan evaluasi terhadap jalannya pemerintahan.
 
Hal itu disampaikan Dedi saat menghadiri kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Pasundan (Unpas) Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB, Kota Bandung, Selasa, 16 September 2025.
 
“Saya mengapresiasi mahasiswa yang berani menyampaikan gagasan kritis bagi negara, karena dapat mengingatkan eksekutif, legislatif, dan yudikatif dalam menjalankan tugas,” ujar Dedi Mulyadi dilansir dari laman resmi Pemprov Jabar.
 
Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Ingatkan Para Kepala Cabang Dinas Pendidikan di Provinsi Jabar Rajin Turun ke Sekolah, KCD Diminta Peka
 
Dedi Mulyadi juga menekankan bahwa kritik mahasiswa harus berorientasi pada hal-hal yang menyentuh hajat hidup orang banyak, termasuk efisiensi pengelolaan keuangan negara dan pemenuhan kebutuhan dasar rakyat.
 
Gubernur Jawa Barat itu juga mengingatkan pentingnya membangun masyarakat madani atau civil society yang kuat. Menurutnya, hal itu hanya bisa terwujud jika kejujuran menjadi karakter utama tidak hanya bagi pemimpin, namun juga rakyatnya.
 
“Negara tidak boleh koruptif, mahasiswa juga jangan koruptif pada orang tuanya. Jangan menggelapkan uang kuliah, jangan boros. Kalau pemimpinnya kuat, rakyatnya juga harus kuat. Kalau pemimpinnya jujur, rakyatnya dan generasi penerusnya juga harus jujur,” tegasnya.
 
Baca Juga: Djamari Chaniago Resmi Jabat Menko Polkam, Erick Thohir Jadi Menpora, Ini Daftar Menteri yang Dilantik Presiden Prabowo pada Reshuffle Jilid 3
 
Dalam kesempatan itu, Dedi Mulyadi mendorong perguruan tinggi agar lebih peka terhadap kebutuhan dunia kerja. Ia menilai, masih ada kesenjangan antara lulusan dengan kebutuhan pasar yang nyata.
 
“Problem pendidikan kita masih ada gap antara kebutuhan pasar dengan lulusan perguruan tinggi. Ke depan harus ada link and match agar lulusan siap menghadapi tantangan global,” jelasnya.
 
Dedi bahkan mendorong agar mahasiswa tak hanya menghasilkan karya ilmiah berupa skripsi, tesis, atau disertasi, tetapi juga mampu menciptakan produk nyata yang bermanfaat untuk masyarakat.
 
Selain pendidikan, gubernur Jawa Barat juga menyinggung pentingnya kepedulian terhadap isu lingkungan, salah satunya pengelolaan sampah perkotaan. Dirinya menilai, perguruan tinggi sebagai pusat ilmu pengetahuan sebaiknya juga terlibat aktif memberikan solusi nyata untuk masalah yang sering dihadapi masyarakat sehari-hari.
 
“Perguruan tinggi harus lebih peka dengan kondisi sekitar. Salah satunya urusan sampah, yang justru paling banyak bermasalah di kota-kota tempat kampus berada,” ujarnya.*** 
Anggota Komisi V DPRD NTB Nadirah Al Habsyi meminta komisi V untuk memanggil Kepala Dikbud NTB soal DAK pendidikan.
Anggota Komisi V DPRD NTB Nadirah Al Habsyi meminta komisi V untuk memanggil Kepala Dikbud NTB soal DAK pendidikan.
Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #gubernur jawa barat #mahasiswa