RADAR BOGOR - Seorang ibu asal Sukabumi yang anak gadisnya diduga menjadi korban TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang) di China akhirnya bertemu dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, ibu korban TPPO asal Sukabumi bercerita bahwa anaknya yang kini berada di China itu baru berusia 24 tahun dan belum pernah menikah.
"Terus lulus sekolah pernah kerja," tanya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ke ibu korban TPPO asal Sukabumi, dilansir dari akun Instagram @dedimulyadi71, Sabtu, 20 September 2025.
Wanita itu kemudian menjelaskan, bahwa anaknya sempat bekerja di salah satu perusahaan di wilayah Sukabumi sebagai karyawan kontrak, dan ketika kontraknya habis ia terpaksa harus menganggur terlebih dahulu.
"Pernah di Cosmo tapi sistem kontrak gitu, cuma tiga bulan," sahutnya.
Sampai akhir, Dedi Mulyadi lantas meminta penjelasan terkait kronologi korban hingga bisa menjadi korban TPPO di negeri orang.
Paman korban yang kebetulan hadir di momen tersebut, lantas menjelaskan kepada Dedi Mulyadi terkait kronologi yang dialami oleh keponakannya itu.
Menurutnya, ia sempat dihubungi oleh korban yang sudah berada di China dan meminta tolong karena mengalami masalah di negeri berjuluk Tirai Bambu itu.
Ia pun awalnya tidak berani untuk bercerita kepada ibu korban, karena takut kondisi kesehatan sang kakak memburuk setelah mendengar berita anaknya tersebut.
Yang mana, korban sempat menghubungi pamannya itu meminta tolong setelah ia berada di China selama dua bulan.
"Pas kejadian ada di China itu, kang Eneng ada di China atos bade dua sasih hoyong neda pitulungna kang (sudah mau dua bulan, mau minta tolong kang)," ucap sang paman.
Lebih lanjut, sang paman juga menjelaskan, keberangkatan korban tidak diketahui sama sekali oleh keluarga. Sebab, motor yang ia miliki juga disimpan di rumah temannya.
"Artinya ada yang bawa," ucap Dedi Mulyadi.
Paman korban lantas membenarkan hal itu, menurutnya ia juga sempat bertanya terkait kronologinya kepada korban secara langsung melalui sambungan telepon.
Menurut keterangan yang ia dapatkan, keponakannya itu sempat bertemu dengan seseorang yang diduga adalah temannya di wilayah Cugenang, Cianjur.
Setelah pertemuan tersebut ia sempat pulang ke rumah dan beraktivitas seperti biasanya. Sampai akhir, satu Minggu kemudian korban kembali bertemu dengan temannya itu daeah Bogor, Jawa Barat.
"Sudah seminggu pergi lagi bawa motor, kita gak pernah tahu, tahunya dia kerja," ujar sang paman.
Setelah momen tersebut korban tidak pulang lagi ke rumah hingga saat ini. Kepada Dedi Mulyadi, paman korban mengatakan bahwa dari keterangan yang ia dapatkan, keponakannya itu mengalami tindakan yang tidak senonoh di luar negeri.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga