Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu di Desa Bendungan, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon Sebagai Upaya untuk Penurunan Prevalensi Angka Stunting

Lucky Lukman Nul Hakim • Minggu, 21 September 2025 | 06:01 WIB
FOTO BERSAMA: Kader Posyandu di Desa Bendungan, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon.
FOTO BERSAMA: Kader Posyandu di Desa Bendungan, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat Dosen Pulang Kampung IPB University

Stunting masih menjadi masalah gizi kronis yang membayangi tumbuh kembang anak di Indonesia, termasuk di Kabupaten Cirebon.

Kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang ini ditandai dengan tinggi badan anak yang lebih rendah dari standar usianya.

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022, prevalensi stunting di Kabupaten Cirebon mencapai 18,6%, masih di atas target nasional <14% sesuai RPJMN 2020–2024.

Menurut kerangka konseptual UNICEF (2020), penyebab stunting tidak hanya terkait kurangnya asupan gizi, tetapi juga dipengaruhi oleh pola asuh yang kurang tepat, akses layanan kesehatan yang terbatas, serta sanitasi lingkungan yang buruk.

Kader Posyandu sebagai Garda Terdepan

Dalam upaya menekan angka stunting, keberadaan kader Posyandu menjadi kunci penting.

Kader tidak hanya bertugas pada pendaftaran, penimbangan, pencatatan, dan penyuluhan di Posyandu, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan tenaga kesehatan.

Namun, agar kader dapat menjalankan perannya secara maksimal, diperlukan peningkatan kapasitas, khususnya dalam bidang edukasi gizi, kesehatan, dan pola asuh.

Dospulkam IPB Turun ke Desa Bendungan

Melihat kebutuhan tersebut, tim Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) IPB University yang diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Sri Anna Marliyati, M.Si dari Departemen Gizi Masyarakat IPB, melaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas kader Posyandu di Balai Desa Bendungan, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon pada 19 September 2025.

Baca Juga: Akhirnya Terjawab! Pencairan PKH dan BPNT Tahap 3 September 2025 Belum Tuntas, Ada Kejutan Bantuan Baru buat KPM

Sebanyak 20 kader Posyandu Desa Bendungan hadir dalam kegiatan ini.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Bendungan, Mohamad Yasin. 

“Kami menyambut baik inisiatif IPB dalam mendukung peningkatan kapasitas kader Posyandu. Semoga kader yang sudah mendapat pembekalan ini bisa lebih percaya diri memberikan edukasi gizi kepada masyarakat, sehingga angka stunting di desa kita bisa turun signifikan,” jelas Mohamad Yasin.

Edukasi Interaktif dan Antusias Kader

Materi edukasi disampaikan oleh tim dosen IPB, antara lain Prof. Dr. Ir. Sri Anna Marliyati, M.Si dan Dr.Ir. Yayuk Farida Baliwati, MS. serta dibantu mahasiswa S2 Ilmu Gizi IPB Zulhadiman, S.Gz., Dietisien.  Zahida Azmi Z. Z. S.Gz., Dietisien. serta Togu Raja Sitanggang, S.Gz. Materi meliputi :

Penyampaian dilakukan secara interaktif dengan simulasi, diskusi kelompok, dan studi kasus sederhana. Para kader tampak antusias bertanya dan berbagi pengalaman.

Suara dari Kader

Salah satu kader Posyandu, Siti (35 tahun), mengungkapkan terbantu setelah mengikuti kegiatan ini.

“Saya jadi lebih paham bagaimana cara menjelaskan gizi seimbang kepada ibu-ibu balita dengan bahasa yang sederhana. Dulu saya sering bingung kalau ada ibu yang anaknya susah makan, sekarang saya punya bekal tips dan pengetahuan yang lebih jelas,” paparnya

Harapan ke Depan

Melalui kegiatan ini, tim Dospulkam IPB berharap kader Posyandu Desa Bendungan semakin siap menjadi agen perubahan dalam peningkatan gizi masyarakat.

Baca Juga: Curug Seribu, Destinasi Wisata di Bogor yang Cocok Buat Kamu untuk Refreshing Sambil Melepas Penat

Ke depannya, kegiatan serupa direncanakan berlanjut dengan pendampingan intensif, agar upaya penurunan stunting bisa berjalan berkesinambungan. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#gizi #kabupaten cirebon #stunting #ipb university